Pasokan Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Air

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pasokan Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Air ilustrasi(Antara)

Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, memastikan pasokan listrik di Kota Batam telah kembali normal sepenuhnya pascagangguan nan terjadi sejak Senin (12/10). Pemulihan ini diharapkan segera memulihkan aktivitas masyarakat dan pelayanan publik nan sempat terdampak.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa berasas laporan terbaru nan diterimanya pada Kamis (15/10/2026), kondisi kelistrikan di Batam sudah mencapai pemulihan total.

“Berdasarkan info terbaru nan kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya di Batam.

Bagi Amsakar, pemulihan ini bukan sekadar menyalakan kembali jaringan kabel, melainkan upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat kembali terpenuhi. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal setiap progres agar seluruh aspek jasa dasar dapat berfaedah normal seperti sedia kala.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis PLN Batam nan telah bekerja keras menangani gangguan di lapangan. Sejak gangguan terjadi, BP Batam terus berkoordinasi intensif dengan jejeran Direksi PLN Batam untuk memantau percepatan pemulihan.

“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung akibat gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak mengenai agar penanganan melangkah cepat. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim nan terlibat,” tambahnya.

Normalisasi Distribusi Air Bersih

Seiring dengan pulihnya pasokan listrik, proses pengedaran air bersih di Kota Batam juga mulai memasuki tahap pemulihan. Namun, BP Batam mengingatkan bahwa normalisasi air memerlukan waktu tambahan lantaran jaringan perpipaan kudu terisi secara bertahap.

Berdasarkan info BP Batam per Rabu (14/10) pukul 06.00 WIB, sekitar 80 hingga 85 persen area pengguna telah menerima aliran air pada elevasi normal. Untuk membantu penduduk nan wilayahnya tetap mengalami gangguan, sebanyak 319 trip mobil tangki telah disiapkan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi pengolahan air tidak secara otomatis membikin air langsung mengalir di rumah pelanggan.

“Jaringan perpipaan memerlukan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah nan berada di ujung jaringan maupun area dengan elevasi lebih tinggi berpotensi memerlukan waktu lebih lama,” jelas Denny.

Prioritas Bantuan Air Bersih:

  • Fasilitas Kesehatan dan Rumah Sakit
  • Rumah Ibadah
  • Pemukiman nan tetap mengalami gangguan total

BP Batam memperkirakan proses pemulihan jaringan perpipaan secara menyeluruh bakal menyantap waktu. Selama masa transisi ini, pengedaran air melalui mobil tangki tetap disiagakan sebagai support sementara.

Masyarakat nan belum menerima aliran air secara normal diimbau untuk terus memantau info resmi mengenai agenda pengedaran support dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑