Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di empat daerah. Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengawal pengoperasian KDKMP di 10.070 titik selama delapan hari.
Empat letak nan dikunjungi ialah Bumisari di Natar, Lampung Selatan; Sobokerto di Boyolali, Jawa Tengah; Sonorejo di Kediri; serta Tambakrejo di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam kunjungan pada Kamis (15/10) tersebut, Zulkifli berbincang dengan warga, pengurus, dan manajer koperasi. Ia juga memeriksa kesiapan peralatan serta kesiapan jasa nan disediakan, mulai dari sembako, LPG, dan pupuk hingga jasa finansial serta pemasaran produk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap KDKMP di letak nan ditinjau juga dilengkapi satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan roda tiga alias bentor. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan kegunaan koperasi sebagai penyerap hasil produksi alias offtaker.
"Koperasi Merah Putih kudu memberi faedah nan langsung dirasakan warga. Harga nan terjangkau dan peralatan nan mudah diperoleh bakal membantu penduduk desa, petani, termasuk pedagang kecil, sekaligus menggerakkan ekonomi desa," ucap Zulkifli dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Bumisari di Lampung Selatan Layani Ribuan Warga Lewat KDKMP
KDKMP Bumisari melayani sekitar 8.002 jiwa dengan menyediakan beragam jasa finansial dan kebutuhan masyarakat. Melalui jasa BRILink, penduduk dapat melakukan setor dan tarik tunai.
Kerajinan dan produk UMKM desa didorong untuk dipasarkan melalui gerai dan pagelaran KDKMP. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat desa.
Kerajinan dan produk UMKM desa turut didorong untuk dipasarkan melalui gerai dan pagelaran KDKMP. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat desa.
KDKMP Bumisari juga disiapkan sebagai titik penyaluran support pangan untuk alokasi Oktober-Desember nan direncanakan mulai pekan ini.
Secara nasional, support tersebut menyasar sekitar 33,2 juta masyarakat dengan alokasi 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Program ini mendukung ketahanan pangan, terutama bagi golongan rentan, sekaligus membantu mengantisipasi akibat musim kemarau.
Sesuai ketentuan program, support pangan cuma-cuma diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan 2. Selain itu, sekitar 1 juta ton beras dialokasikan untuk support pangan dan intervensi pangan bersubsidi.
Beras bersubsidi tersebut dapat dibeli masyarakat di KDKMP dengan nilai Rp12.500 per kilogram sesuai skema penyaluran nan berlaku.
Selain menjadi letak peninjauan Menko Pangan, KDKMP Bumisari di Natar juga merupakan salah satu dari lima KDKMP nan dipantau Wakil Menteri Sekretaris Negara beserta jajaran.
KDKMP Sobokerto Buka Akses Pupuk dan Pasar bagi UMKM
Dalam kunjungan ke KDKMP Sobokerto, Menko Pangan didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. KDKMP Sobokerto melayani sekitar 6.700 jiwa dengan transaksi penduduk nan terutama mencakup minyak goreng dan sembako.
Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, koperasi ini turut memfasilitasi akses pupuk dan pemasaran produk upaya lokal. Produk UMKM nan dipasarkan di antaranya keripik berbahan tulang ikan unik Sobokerto.
Peran koperasi dalam mendorong perekonomian desa juga menarik minat penduduk setempat untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya. Keterlibatan penduduk dalam pengelolaan koperasi terlihat dari pilihan Manajer KDKMP Sobokerto, Desi Sari, untuk berasosiasi meskipun sebelumnya telah bekerja di sektor swasta.
"Saya mendapat danasiwa dari negara untuk menempuh pendidikan magister. Sebenarnya, saya sudah bekerja di swasta. Namun, ketika ada kesempatan membangun desa sendiri melalui KDKMP, saya merasa ini menjadi panggilan untuk ikut membangun desa," ujar Desi.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Warga Sonorejo Menantikan KDKMP dengan Harga Lebih Murah
Harapan masyarakat terhadap nilai nan lebih terjangkau juga terlihat di KDKMP Sonorejo, Kediri. Koperasi ini melayani sekitar 7.563 masyarakat dengan menyediakan produk nan banyak diminati, antara lain minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci.
Minat penduduk terhadap koperasi apalagi terlihat sebelum gerai mulai beroperasi. Manajer KDKMP Sonorejo, Keril mengatakan penduduk telah menanyakan kapan koperasi mulai berdagang setelah mendengar berita mengenai nilai peralatan nan lebih murah.
"Kalau saya berjumpa warga, mereka bertanya-tanya kapan KDKMP buka. Mereka sudah mendengar barang-barangnya dijual dengan nilai lebih murah," tutur Keril.
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata turut mendampingi Zulkifli dalam kunjungan ke KDKMP Sonorejo.
KDKMP Tambakrejo Tawarkan Harga Terjangkau bagi Pedagang Kecil
Manfaat nilai nan lebih terjangkau juga dirasakan pelaku upaya mini di KDKMP Tambakrejo, Sidoarjo. Koperasi ini melayani wilayah dengan sekitar 16.216 penduduk. Gerai sembako, obat, pupuk, dan klinik tengah disiapkan, sementara persediaan kebutuhan pokok, pupuk, dan LPG telah tersedia.
Warga Tambakrejo, Sumarti nan sehari-hari berdagang makanan, mengaku memperoleh untung dari nilai peralatan nan ditawarkan koperasi. Menurutnya, nilai nan setara dengan nilai grosir membikin pedagang mini dapat membeli peralatan dalam jumlah terbatas dengan biaya nan lebih terjangkau.
"Harga di KDKMP jauh lebih murah, seperti nilai grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang mini seperti kami," ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli didampingi Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Berbagai temuan di sejumlah wilayah tersebut menjadi bagian dari pertimbangan awal penyelenggaraan operasionalisasi KDKMP. Zulkifli mengatakan pengawalan bakal terus dilakukan lantaran operasionalisasi KDKMP tetap tergolong baru dan pelaksanaannya dapat menghadapi beragam kendala.
"Kami bakal terus mengawal kesiapan gerai, kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, dan pengembangan upaya lokal. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah wilayah krusial agar koperasi dapat beraksi sesuai kebutuhan masyarakat," pungkas Zulkifli.
Secara nasional, per 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun dan 28.626 manajer telah direkrut. Pemantauan di 10.070 titik selama delapan hari menjadi langkah untuk memastikan kesiapan operasional koperasi, mulai dari pengedaran kebutuhan masyarakat hingga penyediaan jasa dan pemasaran produk desa.
(akn/ega)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·