Pantun Muzani di Sidang Tahunan: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ketua MPR, Ahmad Muzani, menghadiri Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaukan 3 pantun di ujung pidatonya saat Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Muzani pun membacakan beberapa pantun sebelum dia menutup pidatonya.

“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia nan ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian nan saya hormati. Sebelum tutup, kami izin diizinkan untuk membaca tiga buah pantun,” kata Muzani.

Pantun pertama nan dibacakannya berpesan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri nan setara dan makmur. Lalu nan kedua, berpesan untuk kebijakan Presiden membikin Indonesia semakin menyala.

“Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.

“Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden nan merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,” sambung dia.

Kemudian, Muzani pun membacakan pantunnya nan terakhir. Dalam pantun itu, dia meminta seluruh rakyat Indonesia untuk tidak saling menghujat.

“Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari berasosiasi jangan saling menghujat,” pungkasnya.

Pantunnya pun mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin. Agenda dilanjutkan dengan pidato Ketua DPD Sultan B. Najamudin dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan