Pantau Harimau Sumatra, BBKSDA Riau Pasang Camera Trap di Teluk Lanus Siak

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Pantau Harimau Sumatra, BBKSDA Riau Pasang Camera Trap di Teluk Lanus Siak (MI/Rudi)

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan penanganan intensif mengenai hubungan negatif harimau sumatra di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/7).

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyatakan bahwa tim penanganan diterjunkan ke letak untuk melakukan serangkaian tindakan mitigasi. Upaya ini diawali dengan koordinasi berbareng Camat Sungai Apit guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.

"Tim BBKSDA Riau berkoordinasi dengan Camat Sungai Apit dan difasilitasi transportasi pompong milik Pemerintah Kabupaten Siak dengan waktu tempuh sekitar 5 jam dari Tanjung Pal menuju Teluk Lanus," ujar Supartono, Selasa (28/7).

Berdasarkan hasil identifikasi awal, letak kejadian berada pada Areal Penggunaan Lain (APL). Namun, wilayah tersebut berdekatan dengan kediaman original satwa dilindungi tersebut. "Kawasan konservasi terdekat dengan letak kejadian adalah Suaka Margasatwa Tasik Belat nan berjarak sekitar 6 kilometer," jelasnya.

Pemasangan Camera Trap dan Pantauan Udara

Sebagai langkah tindak lanjut untuk memantau pergerakan satwa, tim BBKSDA Riau memasang dua camera trap di titik-titik strategis sekitar letak kejadian. Selain pemantauan darat, petugas juga menggunakan teknologi drone untuk memantau keberadaan harimau sumatra serta memandang kondisi tutupan lahan dari udara.

Meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, Supartono mengakui bahwa hingga saat ini tim belum menemukan tanda-tanda bentuk keberadaan harimau tersebut di letak permukiman. Namun, hasil pantauan udara menunjukkan bahwa area tersebut tetap mempunyai tutupan rimba nan cukup baik.

BBKSDA Riau berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendalaman info di lapangan guna mencegah bentrok lebih lanjut antara manusia dan satwa liar. "Kami bakal terus berkoordinasi dengan para pihak mengenai guna menentukan langkah penanganan selanjutnya," pungkas Supartono. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia