Panitia dan Peserta Minta Maaf Usai Viral Parade Satanik di Pekalongan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Panitia Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 mengakui adanya penampilan peserta parade nan diduga identik dengan ritual satanik. Pertunjukan tersebut diselenggarakan pada Kamis (10/9) di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng)

Usai viral, panitia meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Kami dari panitia minta maaf nan sebesar-besarnya atas khilaf alias kekurangan kami," kata Ziyad Azizi, perwakilan Panitia SKNC pada Senin (14/9) dikutip detikjateng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia mengklaim tidak mengetahui maksud penampilan tersebut secara detail.

"Kami dari perwakilan panitia membenarkan adanya karnaval alias KSNC 2026 nan dilaksanakan Kamis malam, 10 September 2026. Terkait kejadian nan berlangsung, secara perincian pihak panitia tidak mengetahui," kata Ziyad.

Ziyad juga menjelaskan penampilan diduga tradisi satanik nan viral itu merupakan bagian dari aktivitas khitanan massal ke-61. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Simbang Kulon Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Tim Simone alias Simbang Gang One, selaku peserta nan menampilkan diduga ritual satanik juga turut minta maaf.

Ia mengaku kurang memahami konteks alias referensi nan digunakan dalam penampilan tersebut. Ia juga menyebut pihaknya tidak bermaksud menampilkan atraksi nan berangkaian dengan ritual tertentu.

"Kami perwakilan dari Tim Simone minta maaf. Kami menyesal, kami kurang literasi. Kami minta maaf nan sebesar-besarnya atas penampilan kami di depan panggung," ujar M. Akhid, perwakilan Tim Simone.

Adapun, argumen Tim Simone membawakan konsep tersebut adalah lantaran terinspirasi dari Youtube. Ia juga mengaku tidak mengerti ritual satanik. Menurutnya, konsep ini unik sehingga kostumnya disewa.

"Idenya dari kami nan memandang kostum unik, kemudian kami sewa dan kami tiru. Kami menyewa dari Malang. Gerakannya kami latihan dengan teman-teman. Referensinya kami lihat dari YouTube, beragam perform wilayah Malang dan lain-lain," ucap Akhid.

Bupati angkat suara

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, rupanya menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Sukirman mengaku tidak ada info soal konsep pertunjukkan tersebut.

"Yang jelas, aktivitas itu kami hanya datang sebagai kepala daerah. Bahkan, konsep dan seterusnya kan kita tidak diberi info sama sekali," ucap Sukirman pada Senin (14/9) saat ditemui wartawan.

Ia juga menjelaskan tidak adanya info konsep itu tujuannya untuk kejutan.

"Bahkan panitia, sepuh-sepuh, para kiai, dan seterusnya kan juga tidak diberitahu lantaran sifatnya adalah untuk surprise, kejutan, begitu. Tapi dari sisi lain, saya ngasih catatan itu," kata Sukirman.

Sukirman datang pada aktivitas lantaran ada undangan. Ia juga menyaksikan dan membenarkan adanya segmen penyembelihan kambing dalam pertunjukan. Namun, dia menjelaskan bahwa penyembelihan itu bukan bagian dari ritual persembahan tertentu seperti apa nan beredar di media sosial.

"Memang ada penyembelihan kambing nan sebenarnya setelah aktivitas selesai mau disate bareng-bareng," ucapnya.

Namun, Sukirman mengakui jika segmen ini menimbulkan multi tafsir di masyarakat luas. Sukirman juga menanggapi segmen seram dalam pagelaran ini berakibat munculnya ketakutan pada anak-anak.

"Ya memang itu bakal membawa akibat psikis tentu saja. Anak-anak ini kan didampingi orang tua, ya banyak ekspresi-ekspresi nan terkejut begitu ya," ujarnya.

Ia menambahkan jika pagelaran nan disertai simbol-simbol tidak lazim itu diberikan penjelasan maka situasi ini tidak bakal menjadi riuh.

"Nah, sebenarnya jika itu diimbangi dengan simbolis-simbolis, kemudian ada penjelasan mengenai keangkaramurkaan, memerangi nafsu setan, nafsu kekuasaan, dan seterusnya," ucapnya.

"Tapi memang nan persembahan itu kemudian hanya simbolis-simbolis semata, nan justru memang memunculkan itu. Ditambah kemudian upload-an nan malam dan seterusnya itu semakin riuh," tambahnya.

Sukirman juga menjelaskan bahwa aktivitas nan diselenggarakan dalam rangka Maulid Nabi dan khitanan massal ini bermaksud positif.

"Itu, Acara Maulid, kemudian sunat massal, begitu. Kan ada banyak sisi positifnya kan sebenarnya. Ada sunat massal, Maulid Nabi, lampau kemudian ya tetap rangkaian Maulid Nabi lah ya. Lalu kemudian sunat massal itu kemudian ya juga diberkahi oleh para kiai, dan kekompakan masyarakatnya nan saya lihat memang luar biasa," katanya.

Walau demikian, dia tetap mengakui ada segmen dalam pagelaran nan membikin kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menyebut pemerintah bakal berkoordinasi dengan panitia untuk berantisipasi agar produktivitas masyarakat tidak bertentangan dengan norma kepercayaan maupun nilai-nilai Pancasila.

Sebelumnya viral video di media sosial nan menunjukkan sejumlah orang mengenakan jubah putih berparas tengkorak. Beberapa di antaranya mengenakan kostum hitam dengan wajah seram.

Video tersebut kemudian menjadi pembicaraan setelah ada segmen penyembelihan kami di atas sebuah altar nan dikeliling lilin. Bagian bawahnya menampilkan pentagram terbalik, kepala kambing, hingga lingkaran konsentris, serta simbol nan menyerupai aksara Ibrani.

Benda serta lambang tersebut diketahui mirip dengan Sigil of Baphomet, alias simbol nan identik dengan ikonografi okultisme dan satanisme modern.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(knf/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional