Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat melepas 744 personel Satgas Konga UNIFIL ke Libanon.(Dok. Antara)
PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi melepas 744 personel TNI nan tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pelepasan ini menandai dimulainya misi perdamaian bumi para prajurit di wilayah Libanon.
Berdasarkan siaran pers resmi Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) nan diterima di Jakarta, Jumat (22/5/2026), upacara pelepasan tersebut berjalan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5).
Dalam arahannya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam misi perdamaian di bawah bendera PBB merupakan bukti nyata kepercayaan bumi internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga reputasi bangsa di kancah global.
“Jaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas. Sukseskan misi perdamaian ini dengan selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) nan berlaku,” ujar Panglima TNI.
Prioritaskan Keselamatan dan Kewaspadaan
Mengingat dinamika situasi di wilayah penugasan, Panglima TNI memberikan petunjuk unik mengenai aspek keamanan. Prajurit diminta untuk tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan diri dalam setiap pergerakan.
“Tingkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di lapangan, serta jaga moral dan kesehatan selama masa penugasan,” tegas Agus.
Panglima berambisi pengarahan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk memberikan keahlian terbaik dan menunjukkan dedikasi tinggi sebagai duta bangsa di Libanon.
Komposisi Pasukan Garuda
Sebanyak 744 personel Satgas Konga UNIFIL ini dijadwalkan bekerja selama satu tahun. Mereka bakal menggantikan personel sebelumnya nan telah menyelesaikan masa pengabdian di wilayah tersebut.
Adapun rincian komposisi personel nan diberangkatkan dalam misi kali ini adalah 571 TNI AD, 79 TNI AL, 63 TNI U, dan 31 dari Mabes TNI.
Pengiriman pasukan ini kembali memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia, sekaligus menjalankan petunjuk konstitusi dalam ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·