Arief Setyadi
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |21:18 WIB

Pangkalan militer Kolombia diserang (Foto: Ilustrasi/Ist)
KOLOMBIA - Serangan pesawat tanpa awak alias drone terhadap sebuah pangkalan militer di wilayah utara Kolombia menewaskan tiga tentara dan menyebabkan sedikitnya 16 orang lainnya terluka. Informasi tersebut disampaikan oleh angkatan bersenjata Kolombia.
Dalam pernyataan nan dirilis pada Sabtu 7 November 2026 melansir Aljazeera, militer Kolombia menyebut serangan tersebut menyasar sebuah pangkalan di Santa Rosa del Sur, kota mini nan berada di kaki Pegunungan San Lucas. Hingga kini, pihak berkuasa belum mengungkap pihak nan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Insiden ini menjadi serangan terbaru dalam rangkaian tindakan kekerasan nan menyasar pasukan keamanan, seiring meningkatnya bentrok di sejumlah wilayah pedesaan Kolombia. Wilayah tersebut dikenal kaya bakal tambang emas dan telah lama menjadi arena perebutan pengaruh sejumlah golongan bersenjata pemberontak. Di antaranya adalah Klan Teluk, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), serta kelompok-kelompok mini nan dipimpin mantan personil Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Rekaman nan beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap membubung dari pangkalan militer setelah terdengar tiga ledakan. Dalam rekaman tersebut, sejumlah tentara terlihat berlindung di tempat perlindungan nan terbuat dari karung pasir.
“Mereka nan berada di kembali serangan ini… tidak bakal punya tempat untuk bersembunyi,” tulis Presiden Abelardo de la Espriella melalui akun X.
14 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·