Panen Biosalin Jepara Lampaui Target, Hasilkan 176 Ton Gabah dari Kolaborasi Pemda, BRIN, dan PGN

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai keberhasilan ini sebagai momentum krusial bagi penguatan ketahanan pangan daerah. Menurutnya, program budidaya padi biosalin tidak hanya membantu menjaga produksi pertanian, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi petani untuk tetap berproduksi di tengah ketidakpastian iklim.

“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan nan tepat, sektor pertanian tetap bisa tumbuh dan memberikan nilai ekonomi, apalagi di tengah tekanan cuaca ekstrem,” kata Witiarso.

Kami juga sangat berterima kasih kepada PGN dan BRIN nan telah menghadirkan penemuan dan pendampingan nyata melalui program budidaya padi biosalin di Kabupaten Jepara. Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kondisi lahan pesisir nan tadinya merupakan lahan tidur, justru bisa mendongkrak hasil panen petani. Kolaborasi ini tidak hanya bisa menjaga produktivitas pertanian tetapi juga memberikan angan baru bagi para petani.

“Ke depan, kami berambisi inisiatif ini dapat terus diperluas dan menjadi model penguatan ketahanan pangan wilayah berbasis riset dan kemitraan strategis,” ujar Witiarso

Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan akibat sosial nan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, melalui program CSR PGN, perusahaan tidak hanya melakukan pendampingan secara intensif, tapi juga mendorong peningkatan kapasitas, serta transfer pengetahuan agar petani bisa mengangkat praktik pertanian adaptif secara berdikari pada musim tanam berikutnya.

“Artinya, keberhasilan hari ini menjadi fondasi agar petani dapat terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan,” jelas Krisdyan.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah operasional. Program biosalin, kata dia, tidak hanya memberikan nilai tambah dari sisi produksi, tetapi juga menciptakan akibat ekonomi nan terukur bagi petani dan ekosistem lokal.

“Kami berambisi program ini dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan berbasis riset dan kolaborasi, sekaligus menjadi kontribusi nyata PGN dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Krisdyan. 

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita