Panduan Lengkap Mengurangi Mikroplastik dalam Kehidupan Sehari-hari!

Sedang Trending 12 jam yang lalu

cara mengurangi mikroplastik – Halo, Grameds! Plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari botol minum, kantong belanja, hingga bungkusan makanan. Namun, plastik nan rusak alias terpecah menjadi bagian sangat mini bisa menghasilkan mikroplastik nan menyebar ke air, tanah, dan udara.

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran hingga 5 milimeter. Partikel ini dapat berasal dari sampah plastik nan terurai, serat busana sintetis, hingga keausan ban kendaraan. Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik susah dikumpulkan kembali ketika sudah menyebar ke lingkungan.

Lalu, gimana langkah mengurangi mikroplastik? Yuk, simak penjelasannya!

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah partikel plastik nan berukuran kurang dari alias sama dengan 5 milimeter. Partikel ini dapat terbentuk ketika plastik berukuran besar mengalami pelapukan alias berasal dari bahan nan sejak awal dibuat dalam ukuran kecil.

Mikroplastik dapat ditemukan di laut, sungai, tanah, dan udara. Partikel ini juga bisa masuk ke rantai makanan ketika organisme menelan mikroplastik dari lingkungan tempat hidupnya. Karena itu, mengurangi sumber pencemaran plastik menjadi salah satu langkah krusial untuk membantu menjaga lingkungan.

Cara Mengurangi Mikroplastik

Berikut beberapa langkah nan bisa diterapkan untuk mengurangi sumber mikroplastik dan mencegah sampah plastik mencemari lingkungan.

1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Kantong belanja, sedotan, dan bungkusan plastik sekali pakai dapat menambah jumlah sampah jika nggak dikelola dengan baik. Ketika sampah tersebut tertinggal di lingkungan, plastik dapat mengalami pelapukan dan pecah menjadi partikel nan lebih kecil.

Grameds bisa membawa tas shopping sendiri, menggunakan botol minum nan dapat dipakai berulang kali, serta menolak perlengkapan sekali pakai nan nggak diperlukan. Kebiasaan ini membantu mengurangi sampah plastik sejak awal.

2. Gunakan Botol Minum dan Wadah nan Bisa Dipakai Berulang Kali

Menggunakan wadah nan dapat dipakai berulang kali bisa mengurangi kebutuhan bakal bungkusan sekali pakai. Pilih botol minum dan wadah makanan nan tahan lama, mudah dibersihkan, dan sesuai dengan kebutuhan.

Kaca dan baja tahan karat bisa menjadi pilihan untuk penggunaan tertentu. Namun, wadah plastik nan tetap layak digunakan juga nggak kudu langsung dibuang. Gunakan sesuai petunjuk produsen dan tukar jika sudah rusak.

3. Gunakan Wadah Makanan secara Aman

Jenis wadah dan langkah penggunaannya perlu disesuaikan dengan makanan nan disimpan. Nggak semua wadah plastik dirancang untuk menampung makanan panas alias digunakan dalam microwave.

Periksa label dan petunjuk penggunaan sebelum memanaskan makanan. Hindari menggunakan wadah nan retak, rapuh, alias berubah bentuk. Jika wadah nggak mempunyai keterangan nan jelas untuk pemanasan, pilih bahan lain nan memang dirancang untuk kebutuhan tersebut.

4. Kurangi Pelepasan Serat dari Pakaian Sintetis

Pakaian berbahan poliester dan nilon dapat melepaskan serat mini saat digunakan maupun dicuci. Sebagian serat tersebut bisa terbawa air limbah dan masuk ke lingkungan.

Untuk membantu menguranginya, Grameds bisa mencuci busana sesuai kebutuhan, mengikuti petunjuk perawatan, dan menghindari pencucian nan terlalu garang jika nggak diperlukan. Penyaring serat unik mesin cuci juga bisa membantu menangkap sebagian serat sebelum masuk ke saluran pembuangan.

5. Pilah Sampah Plastik dengan Benar

Memilah sampah membantu mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan. Pisahkan sampah plastik dari sisa makanan serta jenis sampah lainnya sesuai patokan di lingkungan setempat.

Botol dan bungkusan nan bisa didaur ulang sebaiknya disiapkan sesuai ketentuan akomodasi penerima. Namun, nggak semua jenis plastik dapat didaur ulang. Karena itu, periksa info bungkusan dan ikuti patokan pengelolaan sampah nan tersedia.

6. Cegah Sampah Plastik Masuk ke Sungai dan Selokan

Sampah plastik nan dibuang sembarangan bisa terbawa air hujan menuju selokan, sungai, hingga laut. Setelah berada di lingkungan, plastik dapat mengalami pelapukan dan pecah menjadi partikel nan lebih kecil.

Buang sampah pada tempatnya dan pastikan sampah nggak menyumbat saluran air. Grameds juga bisa mengikuti aktivitas bersih lingkungan untuk membantu mengurangi sampah nan berpotensi mencemari perairan.

7. Pilih Produk dengan Kemasan Secukupnya

Beberapa produk menggunakan lapisan alias bungkusan plastik lebih banyak daripada nan dibutuhkan. Grameds bisa mempertimbangkan produk dengan bungkusan sederhana, bungkusan isi ulang, alias bungkusan nan dapat digunakan kembali jika tersedia.

Selain itu, belilah peralatan sesuai kebutuhan dan utamakan produk nan tahan lama. Kebiasaan ini membantu mengurangi penggunaan bahan serta jumlah sampah nan berpotensi mencemari lingkungan.

8. Rawat Barang Plastik agar Nggak Cepat Rusak

Barang plastik nan dirawat dengan baik dapat digunakan lebih lama sehingga kebutuhan membeli peralatan pengganti bisa berkurang. Hindari membiarkan peralatan plastik terpapar panas alias sinar mentari berlebihan jika materialnya nggak dirancang untuk kondisi tersebut.

Periksa kondisi wadah dan peralatan secara berkala. Jika peralatan sudah retak, rapuh, alias rusak, hentikan penggunaannya sesuai kebutuhan dan kelola sebagai sampah berasas jenis materialnya.

9. Pilih Produk Perawatan Diri dengan Bijak

Beberapa produk perawatan diri dapat mengandung partikel plastik berukuran kecil, berjuntai pada formulasi dan patokan nan berlaku. Grameds bisa memeriksa daftar bahan serta info produk sebelum membeli.

Jika mau menghindari bahan tertentu, cari keterangan nan jelas dari produsen dan pilih pengganti nan sesuai. Namun, jangan langsung menganggap semua produk dengan butiran alias tekstur tertentu mengandung mikroplastik lantaran bahan nan digunakan bisa berbeda-beda.

10. Kurangi Dampak Lingkungan dari Aktivitas Transportasi

Gesekan ban kendaraan dengan jalan menghasilkan partikel keausan nan dapat mengandung karet dan bahan polimer. Partikel tersebut bisa terbawa air hujan menuju saluran air dan lingkungan sekitar.

Jika memungkinkan, melangkah kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, alias berbagi kendaraan dapat membantu mengurangi jumlah perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Langkah ini bukan langkah untuk menghilangkan seluruh sumber mikroplastik, tetapi dapat mendukung pengurangan pencemaran dari aktivitas transportasi.

11. Dukung Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekitar

Upaya mengurangi mikroplastik nggak cukup dilakukan oleh satu orang. Pengelolaan sampah juga memerlukan akomodasi pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan nan memadai.

Grameds bisa mendukung aktivitas bank sampah, mengikuti program pemilahan sampah di lingkungan tempat tinggal, alias membujuk family dan kawan mengurangi plastik sekali pakai. Produsen juga berkedudukan dalam mengembangkan produk tahan lama dan mengurangi bungkusan berlebihan, sedangkan pemerintah perlu menyediakan sistem pengelolaan sampah nan memadai.

Cara Mengurangi Mikroplastik dari Air Minum

Air minum merupakan salah satu jalur paparan mikroplastik nan sedang diteliti. Meski begitu, keahlian mengurangi partikel berjuntai pada sumber air dan metode pengolahannya.

  • Gunakan sumber air nan aman

Pilih air minum dari sumber tepercaya nan memenuhi standar kualitas dan keamanan. Pengolahan air nan tepat membantu menjaga kualitas air, tetapi nggak semua metode bisa menghilangkan seluruh mikroplastik.

  • Periksa keahlian perangkat penyaring

Jika menggunakan perangkat penyaring air, periksa spesifikasi, ukuran partikel nan dapat disaring, dan hasil pengujiannya. Jangan menganggap semua filter mempunyai keahlian nan sama dalam mengurangi mikroplastik.

Cara Mengurangi Mikroplastik di Rumah

Debu di dalam rumah dapat mengandung beragam partikel, termasuk serat sintetis dari pakaian, karpet, dan bahan rumah tangga lainnya. Karena itu, menjaga kebersihan ruangan juga bisa menjadi langkah pendukung.

  • Bersihkan debu secara rutin

Gunakan kain lembap untuk membersihkan permukaan agar debu nggak mudah beterbangan. Penyedot debu dengan sistem penyaringan nan sesuai juga dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.

  • Jaga sirkulasi udara

Pastikan ventilasi rumah berfaedah dengan baik dan sesuaikan sirkulasi udara dengan kondisi lingkungan. Ventilasi dapat membantu menjaga kualitas udara, tetapi nggak menjamin seluruh partikel mikroplastik di udara bisa dihilangkan.

Mengapa Mengurangi Mikroplastik Membutuhkan Kerja Sama?

Kebiasaan perseorangan penting, tetapi pengurangan mikroplastik juga memerlukan perubahan pada sistem produksi dan pengelolaan sampah.

  • Masyarakat mengubah kebiasaan

Mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, dan nggak membuang sampah sembarangan membantu menekan sumber pencemaran.

  • Produsen memperbaiki kreasi produk

Produsen dapat mengembangkan peralatan nan lebih tahan lama, mengurangi bungkusan berlebihan, serta memperhatikan kemungkinan pelepasan partikel selama penggunaan produk.

  • Pemerintah menyediakan akomodasi pengelolaan sampah

Fasilitas pengumpulan dan pengolahan nan memadai membantu mencegah plastik tercecer ke lingkungan. Kerja sama beragam pihak diperlukan agar upaya pengurangan pencemaran dapat melangkah lebih efektif.

Kesimpulan

Grameds, langkah mengurangi mikroplastik bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membatasi plastik sekali pakai, menggunakan wadah berulang kali, merawat busana dengan benar, dan memilah sampah. Menjaga kebersihan rumah serta memilih sumber air dan perangkat penyaring dengan jeli juga dapat menjadi langkah pendukung.

Meski begitu, mengurangi mikroplastik bukan hanya tanggung jawab individu. Produsen dan pemerintah perlu mendukung penggunaan produk nan lebih tahan lama serta sistem pengelolaan sampah nan baik. Dengan langkah bersama, sumber pencemaran plastik dapat ditekan dan lingkungan lebih terjaga.

Rekomendasi Buku Terkait

Bumi Tanpa Plastik 

Bumi Tanpa Plastik

Menurut info LIPI tahun 2016, konsumsi plastik di Indonesia mencapai 17 kilogram per kapita per tahun dengan pertumbuhan sebesar 6–7 persen setiap tahunnya. Meskipun plastik menawarkan kepraktisan lantaran ringan, awet, dan murah, penggunaannya secara berlebihan dapat menakut-nakuti kesehatan dan kelestarian lingkungan akibat sifatnya nan susah terurai secara alami. Buku Bumi Tanpa Plastik membahas persoalan penggunaan plastik serta beragam upaya untuk mengurangi sampah plastik, mulai dari pembatasan penggunaan plastik hingga pengembangan bioplastik sebagai pengganti nan lebih ramah lingkungan. Bioplastik berbahan dasar tapioka, selulosa, dan poli masam laktat dapat terurai oleh mikroorganisme dalam tanah maupun air dalam waktu relatif singkat. Kehadiran pengganti ini diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran dan mewujudkan lingkungan nan lebih lestari.

Pengolahan Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik

Buku Pengolahan Sampah Plastik membahas langkah mengolah sampah plastik menjadi peralatan nan berfaedah dan dapat digunakan kembali. Melalui beragam metode pengolahan, kitab ini membujuk pembaca untuk mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan sekaligus membantu menjaga kelestarian alam.

Kreasi Unik Dari Plastik 

Kreasi Unik Dari Plastik

Buku Kreasi Unik dari Plastik karya Lili Lengkana membahas langkah mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan menarik nan mempunyai nilai guna dan nilai jual. Buku ini menyajikan pedoman langkah demi langkah, mulai dari pengolahan bahan baku secara tepat dan efisien hingga perkiraan modal untuk memulai upaya daur ulang plastik. Selain menjadi inspirasi untuk mengembangkan kegemaran kreatif, kitab ini juga membuka kesempatan upaya nan dapat menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus membantu mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑