PAN: Pernyataan Saiful Mujani Hanya Buih di Lautan, Bukan Gelombang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan pernyataan pengamat politik Saiful Mujani soal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Menurutnya, pandangan Mujani itu hanya seperti busa di lautan.

"Pernyataan Syaiful Muzani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam, karena itu hanya seperti busa di lautan, bukan gelombang," kata Viva saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viva mengatakan narasi dan pikiran oposisional seperti Mujani pasti bakal selalu ada dan berkembang dalam setiap rezim kepemimpinan nasional.

Menurutnya, dalam teori kerakyatan perihal itu bakal menyebabkan terjadinya check and balances nan dinamis.

"PAN beranggapan bahwa saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia mengapresiasi dan merasa puas atas keahlian Presiden Prabowo. Hal itu dapat dilihat dari beberapa hasil survei. PAN bakal terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan," katanya.

Viva nan juga menjabat Wakil Menteri Transmigrasi menilai wajar jika ada kekurangan alias ada pihak memprotes dalam kepemimpinan Prabowo.

Ia mengatakan mengelola negara dengan luas wilayah 5,2 juta km persegi dan jumlah masyarakat 288 juta jiwa memerlukan kepemimpinan nan kuat, visioner dan manajemen pembangunan modern nan integratif, partisipatif, dan produktif.

Viva beranggapan pernyataan Mujani tidak bakal berakibat signifikan dalam mempengaruhi suasana politik nasional. Menurutnya, sebagai seorang intelektual, Mujani tidak mempunyai akar pedoman massa nan besar dan fanatik, sebagaimana Nur Cholish Madjid alias Gus Dur.

"Seorang intelektual harusnya orang nan menggunakan pengetahuan dan logika kritis untuk memahami, mengkritik, dan memberi arah pada kehidupan masyarakat. Berpihak kepada kebenaran dan mempunyai integritas dalam kehidupan nyata," ujarnya.

Seskab Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga sudah merespons pernyataan Saiful Mujani mengenai rayuan menggulingkan pemerintah. Ia mengaku belum mengetahui pernyataan Mujani itu.

"Saya tetap banyak sekali kerjaan, saya belum lihat beliau bicara apa," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).

"Apalagi bapak presiden, bapak presiden ngurusin perihal besar, lagi konsentrasi dg perihal hal yg lebih strategis," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Saiful Mujani menyatakan pernyataannya nan menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto bukanlah corak makar, namun bagian dari sikap politik

"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, ialah sikap politik alias sikap nan dinyatakan tentang rumor politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam aktivitas itu terutama berangkaian dengan keahlian Presiden Prabowo," kata Mujani dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik alias tindakan politik. Partisipasi politik, kata dia, adalah inti dari demokrasi. Mujani mengatakan tidak ada kerakyatan tanpa partisipasi politik.

"Partisipasi politik alias tindakan nan ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak. Misalnya ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut nyumbang partai alias calon, ikut tindakan politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase, dan lain-lain, nan dilakukan secara damai. Aksi menurunkan presiden secara tenteram adalah partisipasi politik. Itu demokrasi," ujarnya.

(fra/yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional