Bapanas Perkuat Intervensi Pasar Jaga Ketersediaan dan Harga Beras Premium

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, JAKARTA, – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat intervensi pasar melalui penyaluran beras premium dan program stabilisasi. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan, mengendalikan harga, serta melindungi daya beli masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa stok beras premium di pasaran tidak dalam kondisi langka. Ia mengakui ada beberapa ritel nan kosong, namun sebagian besar ritel lainnya tetap mempunyai pasokan.

"Sebenarnya tidak langka. Kalau dibilang langka, tidak. Kami juga turun berbareng tim, (memang) ada beberapa ritel nan kosong tapi sebagian ritel tetap ada," kata Ketut di Jakarta, Senin.

Stok dan Pasokan Beras Premium

Pemerintah meyakini stok beras premium tetap cukup tersedia, terutama produk dari BUMN. Meskipun demikian, terdapat sedikit perubahan nilai untuk komoditas ini. Ketut memastikan pasokan beras premium bakal terus disalurkan ke beragam lini pasar, termasuk ritel modern.

"Beras Bulog tetap ada. Beras premium tetap ada dengan beragam merek, termasuk beras dari ID Food dan lain sebagainya. Pasokan beras premium bakal terus disalurkan, termasuk ke lini pasar ritel modern," ujarnya.

Fluktuasi Harga Masih Terkendali

Ketut menjelaskan bahwa perubahan nilai beras premium tetap berada dalam kisaran nan tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini diharapkan dapat dipahami oleh konsumen segmen menengah ke atas. Berdasarkan pantauan Bapanas, rata-rata nilai beras premium nasional pada pekan ketiga Juli 2026 berada di nomor Rp15.966 per kilogram.

Angka tersebut merupakan rata-rata dari tiga zonasi HET. Sebagai contoh, di Zona I nan meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, rata-rata nilai tercatat Rp15.224 per kilogram per 24 Juli. Harga ini hanya sekitar 2,17 persen di atas HET Rp14.900 per kilogram, sehingga dinilai tetap relatif terkendali dan stabil.

Program Intervensi untuk Masyarakat

Bapanas menilai kenaikan nilai nan terbatas pada segmen menengah atas tetap seimbang lantaran pemerintah terus memperkuat intervensi untuk melindungi masyarakat berpendapatan rendah. Program intervensi tersebut meliputi support pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Sejak Januari 2026, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nan telah disalurkan mencapai 1,4 juta ton. Capaian ini terdiri dari realisasi penjualan beras SPHP Januari-Februari 2026 sebanyak 221,05 ribu ton, realisasi SPHP Maret hingga Juli sebesar 520,83 ribu ton, dan realisasi program support pangan tahap pertama sebesar 662,88 ribu ton.

Bapanas membujuk publik untuk tidak hanya memandang kondisi di hilir, tetapi juga mengawasi kondisi di hulu mengenai para petani padi dalam negeri. Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kesiapan beras nasional tetap aman. Keberhasilan swasembada pada 2025 membikin stok beras melimpah, mencapai rekor tertinggi 5,2 juta ton pada pekan ketiga Juli 2026.

Amran mengingatkan seluruh pelaku upaya perberasan untuk tidak mempermainkan harga. Pemerintah berbareng Satgas Pangan Polri bakal mengawasi pasar dan menindak tegas setiap pelanggaran nan ditemukan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional