Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina. Foto/ Daily

KIEV - Palantir sedang mengembangkan sistem AI perang nan membantu Ukraina menganalisis info medan perang, mengubah langkah peperangan modern dilakukan.

Grup teknologi pertahanan dan kepintaran buatan Palantir sedang memperluas uji coba platform nan digambarkan sebagai "sistem operasi perang" untuk mendukung Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia.

Sistem ini menggunakan AI untuk mensintesis info medan perang, menganalisis target, dan mendukung pengambilan keputusan secara real-time.

Menurut Majalah Military Watch, Palantir telah menjadi salah satu perusahaan teknologi Barat nan paling menonjol dalam perang Ukraina berkah platform pemrosesan info taktis dan kajian intelijen berbasis AI-nya.

Perusahaan tersebut dilaporkan sedang menguji teknologi nan bisa menghubungkan info dari satelit, UAV, radar, dan sumber pengintaian berbasis darat ke dalam jaringan operasi terpadu.

Dalam kunjungan baru-baru ini ke Kyiv, CEO Palantir Alex Karp berjumpa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pejabat pertahanan untuk membahas ekspansi penerapan AI dalam peperangan modern. Ukraina saat ini bekerja-sama dengan Palantir dalam proyek "Brave1 Dataroom", nan bermaksud untuk memanfaatkan info medan perang untuk mengembangkan model AI guna mendeteksi dan mencegat sasaran udara.

Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan bahwa lebih dari 100 perusahaan terlibat dalam training sekitar 80 model AI untuk peperangan elektronik, identifikasi target, dan koordinasi UAV. Sistem nan dipasok oleh Palantir telah diintegrasikan ke dalam kajian serangan udara Kyiv dan operasi perencanaan serangan jarak jauh.

Para ahlimiliterpercaya bahwa platform Palantir mempunyai banyak kesamaan dengan program Project Maven milik Pentagon – sebuah sistem AI terkenal nan digunakan untuk memproses sejumlah besar info dari drone dan sensor medan perang. Maven saat ini dianggap sebagai salah satu program AI militer terbesar di AS dan sedang diperluas menjadi platform peperangan terpadu untuk militer AS dan NATO.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews