Pakan Mahal-Harga Ayam Tak Stabil, Peternak Minta Ini ke Pemerintah

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta -

Peternak mengeluhkan mengenai biaya produksi ternak nan tetap tinggi. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan menyebut saat ini nilai pakan, day old chick (DOC) tetap tinggi sehingga menyulitkan peternak.

Apalagi, sering kali nilai ternak di kandang sangat rendah, sehingga menyebabkan kerugian bagi peternak. Menurutnya perihal ini kudu menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.

"Sektor peternakan memerlukan perhatian nan lebih besar. Persoalan tingginya nilai pakan, mahalnya DOC, perubahan nilai hasil ternak, hingga lemahnya posisi tawar peternak rakyat memerlukan kebijakan nan tepat dan berbasis kondisi lapangan," ujar Kusnan dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembangunan peternakan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kemudian, nan tidak kalah krusial adalah membangun tata kelola nan adil, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memastikan keberlanjutan upaya peternak rakyat sebagai tulang punggung produksi pangan.

Untuk itu, peternak berambisi kekosongan kedudukan Wakil Menteri Pertanian bisa diisi oleh sosok nan mengerti kondisi sektor peternakan.Hal ini diharapkan menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk memperkuat sektor peternakan nasional nan saat ini menghadapi beragam tantangan.

Menurut Kusnan, Indonesia memerlukan sosok Wakil Menteri Pertanian nan tidak hanya mempunyai keahlian manajerial, tetapi juga memahami secara mendalam dinamika peternakan dari hulu hingga hilir serta mempunyai kedekatan dengan persoalan nan dihadapi peternak rakyat.

Pihaknya berambisi pemerintah memberikan kesempatan kepada figur ahli nan mempunyai rekam jejak di bagian peternakan, memahami kebijakan publik, bisa membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, dan mempunyai integritas dalam menjalankan amanah.

"Kami berambisi kedudukan Wakil Menteri Pertanian dapat diisi oleh sosok ahli nan bisa menjadi jembatan antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peternak rakyat. Indonesia memerlukan pemimpin nan bisa menyatukan seluruh ekosistem peternakan untuk mewujudkan ketahanan pangan nan berkelanjutan," lanjutnya.

Permindo juga menilai, keterwakilan sektor peternakan di tingkat ketua Kementerian Pertanian bakal mempercepat penyelesaian beragam persoalan strategis, mulai dari stabilisasi nilai sapronak, penguatan pengedaran DOC, pengendalian penyakit hewan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan hilirisasi produk peternakan.

"Peternakan adalah salah satu pilar ketahanan pangan bangsa. Karena itu, kami berambisi pemerintah menempatkan figur terbaik nan mempunyai kompetensi, integritas, dan keberpihakan terhadap kemajuan peternakan nasional," tutup Kusnan.

(ada/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance