loading...
China, Jepang, Korea Selatan, tiga raksasa manufaktur Asia, sama-sama mencatat ekspansi pabrik di bulan Agustus. Foto: Reuters
JAKARTA - Dunia sedang mabuk kepayang pada AI. Bukan hanya penanammodal saham Wall Street nan latah. Pabrik-pabrik di Asia pun kebagian berkahnya.
Data nan dirilis Selasa (1/9) menegaskan itu. China, Jepang, Korea Selatan, tiga raksasa manufaktur Asia, sama-sama mencatat ekspansi pabrik di bulan Agustus.
Pendorongnya satu: permintaan chip, komputer, dan segala perangkat mengenai AI nan tak ada habisnya.
Padahal perang di Timur Tengah tetap berkecamuk. Biaya produksi ikut terkerek. Tapi order AI rupanya lebih kuat dari tekanan perang itu sendiri.
China: Hijau di Survei Swasta, Merah di Survei Resmi
PMI Manufaktur Umum China jenis RatingDog, nan disusun S&P Global, naik ke 51,5 di Agustus. Bulan sebelumnya hanya 50,9. Angka 50 adalah garis pemisah: di atasnya ekspansi, di bawahnya kontraksi. China tetap di area hijau.
Bahkan melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters, nan hanya memperkirakan 51.
Tapi jangan senang dulu. Survei resmi pemerintah China justru menunjukkan perihal sebaliknya: aktivitas pabrik nasional tetap di area kontraksi. Artinya, pemulihan industri China baru terjadi di sebagian sektor. Tterutama nan berangkaian dengan AI. Belum merata ke seluruh industri.
Jepang: Order Tercepat Sejak 2018
Jepang lebih meyakinkan. PMI manufaktur jenis S&P Global naik ke 54,9 di Agustus, dari 54,5 di Juli. Ini level tertinggi sejak April. Sekaligus bulan ekspansi kedelapan berturut-turut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·