Duet pemain timnas Prancis Ousmane Dembele (kiri) dan Kylian Mbappe(AFP/FRANCK FIFE)
PENYERANG sayap timnas Prancis, Ousmane Dembele, melontarkan pembelaan keras terhadap kaptennya, Kylian Mbappe. Dembele menilai gelombang kritik nan menerjang bintang Real Madrid tersebut telah melampaui pemisah kelaziman dan condong tidak adil.
Mbappe tengah menjadi sorotan tajam baik di Spanyol maupun di Prancis. Di level klub, musim pertamanya berbareng Real Madrid berhujung tanpa trofi, sebuah hasil nan mengejutkan bagi klub raksasa tersebut. Sementara di level internasional, statusnya sebagai kapten Les Bleus sejak 2023 membuatnya terus berada di bawah mikroskop publik.
"Kritik terhadap dirinya sangat, sangat tidak adil. Beberapa orang bertindak terlalu jauh terhadap Kylian," ujar Dembele dalam wawancara dengan surat berita Spanyol, Marca.
Menurut Dembele, status kebintangan Mbappe membikin publik seringkali mencari-cari kesalahan sekecil apa pun.
"Dia adalah pemain luar biasa dan pribadi nan sangat baik di luar lapangan. Orang-orang berlebihan lantaran dia adalah Kylian Mbappe. Mereka semestinya berakhir mengejarnya," tegas pemain Paris Saint-Germain tersebut.
Dembele menambahkan bahwa tekanan nan diterima Mbappe sudah menyentuh hal-hal remeh nan tidak relevan dengan performa di lapangan.
"Entah dia mengikat tali sepatu alias tidak, menarik kaus kakinya alias tidak... itu sudah berlebihan. Dia tetaplah manusia biasa. Di tim Prancis, dia sangat baik kepada kami dan dia adalah seorang pemimpin," imbuhnya.
Era Baru dan Perpisahan Deschamps
Pembelaan Dembele ini muncul di tengah persiapan timnas Prancis menghadapi laga pembuka Piala Dunia melawan timnas Senegal pada Rabu (17/6) awal hari WIB mendatang.
Prancis tergabung dalam grup nan juga dihuni oleh timnas Irak dan timnas Norwegia. Dembele sendiri datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah membawa PSG meraih gelar Liga Champions kedua berturut-turut, nan menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat peraih Ballon d'Or tahun ini.
Selain membahas Mbappe, Dembele juga memberikan penghormatan kepada pembimbing Didier Deschamps. Sang arsitek telah mengumumkan bakal mundur dari bangku kepelatihan setelah Piala Dunia berakhir, mengakhiri masa hormat lebih dari satu dasawarsa nan bergelimang prestasi, termasuk trofi Piala Dunia 2018.
"Dia adalah pembimbing nan luar biasa. Dia bakal selamanya menjadi legenda di antara pembimbing timnas Prancis," kata Dembele.
Sinyal untuk Zinedine Zidane
Menanggapi rumor mengenai suksesor Deschamps, Dembele menyambut positif kesempatan Zinedine Zidane untuk mengambil alih kendali tim. Zidane, nan sekarang berumur 53 tahun, telah lama dikaitkan dengan posisi tersebut setelah kesuksesan besarnya berbareng Real Madrid.
"Kami berambisi bisa menyambutnya suatu hari kelak di bangku persediaan Prancis. Saya percaya dia bakal melakukan pekerjaan nan fantastis," pungkas Dembele.
Statistik Kunci Kapten Prancis: Kylian Mbappe
| Final Piala Dunia 2018 | Mencetak gol ke-4 (Menang 4-2 vs Kroasia) |
| Final Piala Dunia 2022 | Mencetak Hat-trick |
| Jabatan Kapten | Dimulai sejak 2023 |
Prancis sekarang konsentrasi penuh untuk memberikan bingkisan perpisahan manis bagi Deschamps di turnamen akbar ini, sembari berambisi sang kapten, Mbappe, bisa membungkam kritik lewat performa di lapangan hijau. (bbc/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·