Otomotif Raksasa Bakal PHK 4.000 Karyawan, Kalah dengan Mobil China

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik mobil raksasa Inggris, Jaguar Land Rover (JLR) menyatakan bakal memangkas 4.000 pekerjanya. Ini sekitar 10% dari total tenaga kerjanya secara dunia di perusahaan tersebut.

Manajemen mengatakan keputusan diambil sebagai respons persaingan ketat dengan mobil China nan menawarkan nilai lebih murah. Serangan siber serta kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menekan performa.

Perusahaan nan dimiliki oleh produsen otomotif India, Tata Motors, ini menargetkan penghematan sekitar £1,7 miliar (sekitar Rp40,7 triliun) dalam dua tahun ke depan. Break event point ditarget menjadi 300.000 unit kendaraan.

"Industri otomotif menghadapi tantangan besar, dengan adanya perubahan teknologi di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik nan terus berlanjut," ujar CEO PB Balaji dikutip CNBC International, Selasa (8/9/2026).

"Sebagai bagian dari transformasi ini, kami bakal mengurangi jumlah tenaga kerja dunia kami sebanyak sekitar 4.000 posisi dalam dua tahun ke depan. Kami menyadari bahwa ini merupakan berita susah bagi rekan-rekan nan terdampak, dan kami berkomitmen untuk mendukung mereka semua dengan penuh kepedulian, keadilan, dan rasa hormat," tambahnya.

Langkah efisiensi biaya JLR ini dipandang sebagai ujian terbaru bagi Perdana Menteri (PM) Andy Burnham nan dilantik 20 Juli. Sebelumnya pengumuman penghematan biaya serupa juga muncul dari mobil mewah Inggris lainnya, Aston Martin dan Bentley.

"Kami memahami bahwa ini bakal menjadi masa nan penuh ketidakpastian dan kekhawatiran bagi para pekerja nan terdampak, family mereka, serta masyarakat luas," ujar ahli bicara pemerintah.

"Kami telah mengambil langkah signifikan untuk mendukung industri otomotif Inggris dengan menurunkan biaya listrik bagi produsen, menyediakan biaya modal serta penelitian sebesar £4 miliar untuk memproduksi kendaraan nol emisi, dan meluncurkan program subsidi mobil listrik senilai £2 miliar guna mendorong masyarakat membeli kendaraan listrik," tambah mereka.

Bukan hanya perusahaan mobil Inggris nan merasakan tekanan tersebut. Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, sebelumnya pun mengumumkan pemangkasan 50.000 pekerja akhir pekan lampau lantaran kalah bersaing dengan China.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News