Organisasi Sipil Tuding Houthi Lakukan Kejahatan Perang, Rekrut Tentara Anak di Yaman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

ADEN — Sejumlah organisasi masyarakat sipil Yaman menyatakan bahwa milisi Houthi telah melakukan pelanggaran berat dalam eskalasi bentrok nan terus bersambung dengan pasukan pemerintah nan didukung Arab Saudi. Situasi ini dinilai kian memperparah krisis kemanusiaan di Yaman.

Dalam pernyataan nan disiarkan oleh Kantor Berita Yaman, Saba, organisasi-organisasi tersebut menyebut bahwa pelanggaran nan terjadi meliputi pembunuhan, penculikan, penahanan sewenang-wenang, pengungsian paksa, peledakan rumah, pemblokiran jalan, serangan terhadap kendaraan sipil, tindakan penembak jitu (sniper), serta penembakan artileri ke area permukiman dan desa-desa. Selain itu, serangan juga menyasar rumah sakit, akomodasi kesehatan dan pendidikan, serta objek sipil lainnya.

Kejahatan-kejahatan tersebut, menurut pernyataan itu, berakibat pada seluruh lapisan masyarakat Yaman, khususnya golongan nan paling rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Anak-anak menanggung akibat terberat melalui wajib militer paksa, pengerahan ke medan perang, serta perampasan hak-hak paling dasar mereka.

Mereka juga menyoroti praktek perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam konflik, nan tergolong sebagai kejahatan perang andaikan unsur-unsur norma pelanggaran tersebut terpenuhi.

Sebagaimana dilansir SPA, pernyataan itu menambahkan bahwa sejak serangan terbaru milisi di wilayah pesisir dan meningkatnya operasi militer, banyak kasus pengerahan anak-anak ke area pertempuran nan sukses didokumentasikan. Beberapa di antaranya apalagi tertangkap di garis depan pertempuran seperti di Taiz, Pantai Barat, Marib, dan Al-Jawf.

Organisasi-organisasi tersebut menegaskan tengah bekerja sama dengan badan-badan pemerintah Yaman untuk memantau serta mendokumentasikan pelanggaran-pelanggaran itu. Mereka juga bekerja-sama dengan lembaga tingkat lokal, regional, maupun internasional guna memastikan adanya penanganan dan perawatan bagi anak-anak korban bentrok tersebut.

Mengutip otoritas setempat dan Unit Eksekutif Pengelolaan Kamp Pengungsi Internal (IDP), pernyataan itu mengungkapkan bahwa milisi menyerang tempat berkumpul dan penampungan pengungsi di Distrik Raghwan, Provinsi Marib, menggunakan rudal balistik pada 7 September. Data awal menunjukkan kejadian tersebut menelan korban jiwa dua anak berumur lima dan tujuh tahun, serta melukai 15 penduduk sipil—termasuk delapan anak-anak—serta merusak 16 rumah dan tiga kendaraan sipil.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑