Orang Utan yang Terjebak Karhutla di Kalteng Dievakuasi

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Jakarta -

Seekor Orang Utan betina sukses dievakuasi dari area jejak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Petugas sempat mengalami hambatan akses saat bakal mengevakuasi orang utan nan terjebak tersebut.

"Rabu, 14 Oktober 2026, kami BKSDA Kalteng dengan dibantu kawan-kawan dari Yayasan OFI dan Komunitas Animal Rescue Sampit melakukan pengamanan satu perseorangan orang utan," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah di Sampit, dilansir Antara, Kamis (15/10/2026).

"Kondisinya saat ditemukan terjebak di areal terbakar jejak kebakaran," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses pemindahan satwa dilindungi tersebut melibatkan BKSDA Kalimantan Tengah, Yayasan Orangutan Foundation International (OFI), dan Komunitas Animal Rescue Sampit. Orang utan itu dievakuasi dari Gang Sahabat, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9, arah Sampit-Palangka Raya.

Keberadaan orang utan tersebut pertama kali dilaporkan oleh penduduk sekitar pukul 10.00 WIB ketika menemukannya saat beraktivitas di kebun. Setelah menerima laporan, petugas BKSDA Pos Sampit segera menuju letak dan melakukan pemantauan untuk memastikan keberadaan satwa tersebut.

Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng untuk upaya penyelamatan.

"Sekitar pukul 16:00 WIB, kawan-kawan dari Komunitas Animal Rescue Sampit juga tiba di letak untuk membantu pemantauan, berbareng dengan penduduk nan melapor kami berjaga di lokasi," ujarnya.

Tim SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng berbareng OFI tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Proses pengamanan berjalan dengan sejumlah tantangan. Akses menuju titik keberadaan orang utan cukup susah lantaran sebagian besar jalan telah terbakar, sementara kondisi lahan gambut dan sisa pepohonan nan separuh terbakar menghalang pergerakan tim.

Evakuasi juga dilakukan pada malam hari dengan penerangan terbatas. Petugas hanya mengandalkan senter portabel, sedangkan perjalanan menuju letak kudu menggunakan kendaraan roda dua sebelum dilanjutkan dengan melangkah kaki.

Meski demikian, orang utan tersebut sukses dievakuasi. Proses pemindahan sampai dengan pemeriksaan kesehatan serta bentuk satwa tersebut berjalan dari pukul 19:00 WIB hingga 20:00 WIB.

Selain itu, tim tidak menemukan sarang orang utan di sekitar lokasi. Karena itu, pihaknya menduga satwa tersebut sedang melintas untuk mencari makan sebelum keberadaannya diketahui penduduk dan membuatnya naik ke pohon.

"Seperti nan sebelumnya, orang utan saat terdesak kebakaran bakal beranjak ke tempat nan lebih baik. Kami menduga kuat orang utan tadi mencari makan dan terlihat oleh warga, kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA," ujarnya.

Kondisi Orang Utan

Sementara itu, Dokter hewan Ichlasul Khaerul menerangkan secara umum kondisi orang utan tersebut dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada orang utan ersebut.

"Setelah melakukan pemeriksaan fisik, kami tidak menemukan adanya patah tulang, luka, ataupun peluru di tubuh orang utan tersebut," terang Ichlasul.

Pemeriksaan awal juga tidak menunjukkan indikasi nan mengarah pada jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan pemeriksaan menggunakan stetoskop, bunyi paru-paru orang utan tetap tergolong baik. Aktivitasnya sebelum pembiusan juga menunjukkan satwa tersebut tetap bergerak aktif.

Kendati begitu, master hewan tersebut menduga orang utan mengalami kekurangan asupan makanan jika memandang kondisi lapangan nan minim sumber pakan dan lingkar perutnya.

Walaupun, berat badan 28 kilogram dinilai tetap ideal untuk orang utan betina, tetapi pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Untuk pemeriksaan lanjutan, kami bakal memeriksa sampel darah di laboratorium. Kami juga bakal memandang kondisinya setelah sadar dari pembiusan, apakah ada pengaruh lain nan sebelumnya tidak ditemukan saat pemeriksaan di lapangan," terangnya.

Hasil pemeriksaan tersebut bakal menjadi bahan koordinasi dengan BKSDA untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana pemindahan alias translokasi Ira ke letak nan sesuai.

(yld/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑