Orang Tua Wajib Tahu, tak Semua Gumoh Itu Penyakit!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Orang Tua Wajib Tahu, tak Semua Gumoh Itu Penyakit! IDAI mengingatkan orang tua agar tidak salah mengartikan gumoh pada bayi sebagai GERD guna menghindari over diagnosis.(Dok. Magnific)

KETUA Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan para orang tua dan tenaga kesehatan agar tidak terburu-buru mendiagnosis gumoh pada bayi sebagai penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi gumoh alias regurgitasi merupakan perihal nan umum terjadi lantaran sistem saluran cerna bayi nan tetap berkembang.

Piprim menjelaskan bahwa sangat krusial untuk membedakan antara refluks fisiologis nan normal dengan GERD nan merupakan sebuah penyakit. Menurutnya, refluks normal bakal membaik seiring bertambahnya usia, sementara GERD dapat menimbulkan komplikasi serius.

"Perlu dibedakan antara refluks biasa dengan GERD. Yaitu refluks nan bisa menimbulkan keluhan nan mengganggu, apalagi gangguan tumbuh kembang alias terjadi komplikasi. Jadi perlu dibedakan antara gastroesophageal reflux nan fisiologis dari GERD nan sudah merupakan satu penyakit," ujar Piprim dalam obrolan daring, Selasa (23/6).

Waspadai Over Diagnosis

Piprim menyoroti kekhawatiran mengenai maraknya over diagnosis GERD pada bayi nan berujung pada pemberian obat-obatan secara kronik. Ia menegaskan bahwa tidak semua bayi nan mengalami gumoh memerlukan pengobatan medis nan intensif.

Edukasi dari tenaga ahli, khususnya konsultan gastroenterologi anak, dinilai sangat krusial agar masyarakat tidak salah kaprah. Orang tua diharapkan bisa mengenali indikasi sesuai dengan tahapan usia anak untuk menentukan kapan waktu nan tepat membawa anak ke dokter.

Pesan IDAI:

  • Gumoh adalah kondisi fisiologis nan umum lantaran saluran cerna bayi belum sempurna.
  • Jangan terburu-buru memberikan obat kronik tanpa pemeriksaan nan tepat dari ahli.
  • Pahami perbedaan indikasi antara refluks normal dan GERD nan mengganggu tumbuh kembang.

Piprim membujuk seluruh elemen, mulai dari master ahli hingga orang tua, untuk bersikap proporsional dalam menyikapi kondisi bayi. "Ini pentingnya edukasi agar tidak menggampangkan, tapi juga tidak over diagnosis," pungkas master ahli anak konsultan kardiologi tersebut. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia