Operator Minta Maaf Shinkansen Telat 3 Menit Gara-gara Kondektur Tertidur

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi kereta shinkansen di Jepang. Foto: Shutter Stock

Baru-baru ini, sebuah kejadian menarik perhatian publik, ketika salah satu operator Shinkansen di Jepang menyampaikan permintaan maaf resmi, akibat kereta terlambat tiga menit.

Dilansir Sora News24, kejadian ini disebabkan oleh perihal nan cukup sederhana, ialah akibat seorang kondektur nan terlambat bangun dari waktu istirahatnya. Peristiwa tersebut terjadi pada kereta sigap nan dijadwalkan berangkat siang hari menuju Tokyo.

Sebelum agenda keberangkatan, kondektur tersebut beristirahat di ruang unik tenaga kerja dan telah memasang alarm, agar bangun tepat waktu.

Namun, dia tidak terbangun saat sirine bersuara dan baru sadar beberapa menit sebelum waktu keberangkatan, sehingga terlambat menjalankan tugasnya.

Kereta seri N700A dan N700S nan diparkir di depo Shinkansen JR Central di distrik Shinagawa, Tokyo. Foto: Philip FONG / AFP

Meskipun tidak ada laporan gangguan besar alias keluhan serius dari penumpang, pihak operator tetap merasa perlu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Mereka menegaskan komitmen untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, menunjukkan sungguh tinggi standar pelayanan nan dijaga.

Reaksi masyarakat terhadap kejadian ini pun beragam. Sebagian menganggap keterlambatan tiga menit bukanlah masalah besar, dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Ada juga nan beranggapan bahwa kesalahan mini seperti ini wajar terjadi dalam pekerjaan apa pun, terlebih mengingat tekanan dan beban kerja nan mungkin dihadapi karyawan.

Namun, tidak sedikit pula nan melihatnya dari perspektif pandang berbeda. Bagi mereka, toleransi terhadap kesalahan mini dapat membuka kesempatan terjadinya kelalaian nan lebih besar di kemudian hari.

Terlepas dari pro dan kontra, kejadian ini tidak menimbulkan akibat serius. Kereta tetap beroperasi, dan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan mereka.

Hello Kitty Shinkansen. Foto: Shutterstock

Menurut JR East, kereta Hayabusa 24 di Shinkansen Tohoku dijadwalkan berangkat pukul 13.52 waktu setempat dari Stasiun Shin-Hakodate-Hokuto menuju Tokyo. Beberapa saat sebelumnya, kondektur nan berkepentingan sedang tidur siang di ruang rehat karyawan.

Ia telah memasang sirine untuk mengejar keretanya, tetapi tertidur hingga melewati alarm. Sang kondektur akhirnya bangun sekitar pukul 13.50 waktu setempat, dan terlambat beberapa menit dari waktu nan telah ditentukan.

Meskipun tidak ada keluhan resmi, JR East meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan nan ditimbulkan kepada pengguna kami. Kami bakal berupaya untuk mencegah perihal ini terjadi lagi," kata pihak JR East.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan