Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan operasi penyergapan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu bandar besar telah ditangkap hingga bandar-bandar narkoba lain di wilayah tersebut sekarang dalam bidikan petugas.
Dirangkum detikcom, Minggu (16/8/2026), operasi itu dilakukan pada Kamis (13/8). Petugas awalnya menangkap laki-laki inisial MR alias Bos Gendut nan merupakan salah satu bandar narkoba di Kampung Bahari.
"Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kemudian membawa MR ke Kampung Bahari untuk melakukan pengembangan dan menunjukkan tempat dia dan jaringannya menyimpan narkoba. Saat petugas masuk, para loyalis MR menyerang petugas.
Sejumlah massa melempari petugas dengan mercon. Upaya perlawanan itu berhujung sia-sia lantaran massa sukses dipukul mundur dan sejumlah loyalis dari MR turut ditangkap.
Bos Gendut Buron BNN Sejak 2025
BNN mengungkap sosok MR alias Bos Gendut nan ditangkap dalam operasi di Kampung Bahari merupakan buronan nan telah dicari sejak 2025. MR sempat terlibat kasus narkoba pada November 2025 hingga akhirnya menghilang dalam kejaran petugas.
"Salah satu dari gembong narkoba tersebut merupakan buronan mengenai dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR alias Bos Gendut," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan.
Roy Hardy mengatakan MR merupakan buron kasus kepemilikan sabu 98 kilogram nan diungkap BNN pada November 2025. Dalam operasi di Kampung Bahari, MR ditangkap berbareng dua loyalisnya.
Petugas juga sukses menyita sejumlah peralatan bukti dalam operasi tersebut. Bukti-bukti itu mulai dari ganja, senjata api, hingga mobil mewah.
"Barang bukti narkotika jenis ganja alias gorila nan ada di sebelah kiri. Kemudian peralatan bukti uang, kemudian senjata api, ada samurai, ada beberapa peluru, ada handphone, ada aset-aset lain, termasuk di depan rekan-rekan ada mobil 2," kata Roy Hardy.
Barang bukti tersebut dipamerkan saat konvensi pers. Mobil mewah berupa BMW dan satu unit Vespa turut dipajang. Petugas mengamankan MR di sebuah klinik kecantikan sebelum akhirnya membawanya ke Kampung Bahari.
"Yang satu BMW pada saat kita menangkap MR tadi di beauty kecantikan alias salon kecantikan nan ada di Mangga Besar. Sedangkan nan dua lagi kita amankan berada di sekitar TKP dengan peralatan bukti nan ada salah satunya adalah Vespa dan mobil," ujarnya.
Sepak Terjang Bos Gendut Pemasok Narkoba Lintas Provinsi
Lalu, siapa sebenarnya sosok MR alias Bos Gendut ini?
BNN mengatakan MR merupakan pemain lama dalam upaya narkoba. Dia terkenal sebagai sosok pemasok narkoba nan beraksi lintas provinsi.
"Kalau kita mau bicara jaringan nan MR, ini jaringannya di antarprovinsi," kata Roy Hardy.
Roy mengatakan pihaknya tetap memburu pelaku lain dalam jaringan Bos Gendut. Para pelaku nan tetap buron ini diduga membawa narkoba dari provinsi lain ke wilayah Kampung Bahari.
"Karena ada beberapa pelaku nan membawa peralatan ke Kampung Bahari berasal dari provinsi lain dan lagi kita kejar, kita kembangkan terus mengenai beberapa pelaku lain nan bersama-sama terindikasi berbareng tersangka MR," ujarnya.
Terkait dua loyalis nan juga ditangkap saat penggerebekan, Roy mengatakan tetap dalam pemeriksaan. BNN tetap mendalami keterkaitan keduanya dengan Bos Gendut.
"Sejauh ini kita bakal lagi periksa. Karena berasas di TKP pada saat kita lakukan operasi sehingga pada saat periksa, kita proses sidik kelak bakal kita sampaikan mengenai hubungan Bos Gendut alias MR," ucapnya.
Bandar Lain di Kampung Bahari dalam Bidikan
Setelah sukses menangkap Bos Gendut, BNN memastikan penyelidikan narkoba di Kampung Bahari belum selesai. BNN mengungkap tetap ada bandar narkoba besar di wilayah tersebut nan saat ini dalam bidikan petugas.
"Selain penggeledahan di rumah Bos Gendut tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar Kampung Bahari, ialah Arif namalain Lopes dan Kimmul. Berdasarkan informasinya, mereka semua mempunyai senjata api," kata Roy.
"Jadi tadi pagi itu adalah aktivitas penggeledahan rumah Bos Gendut lantaran berasas keterangan Bos G di rumahnya tetap ada narkoba jenis sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, duit tunai, dan senjata Glock," imbuhnya.
Roy mengatakan para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata terlarangan untuk melawannya petugas. Mereka juga mengondisikan loyalis untuk melawan aparat.
"Para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata senjata secara terlarangan untuk melawan petugas," ujarnya.
(ygs/knv)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·