Pembeli melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan jasa digital QRIS BSI di Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI di Fresh Market Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026).(Antara)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa finansial terjaga di tengah peningkatan inflasi dunia dan volatilitas pasar keuangan. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026 secara daring, Jumat (5/6).
Friderica memaparkan, bentrok geopolitik di area Timur Tengah nan bersambung menyebabkan nilai daya tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi itu memperkuat ekspektasi suku kembang dunia lebih tinggi dalam waktu nan lebih lama alias higher for longer. sehingga mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah beragam negara.
“Di tengah kondisi tersebut, perekonomian dunia tetap menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur dunia tetap berada di area ekspansif meskipun dengan laju nan termoderasi,” ujar Friderica.
Di Amerika Serikat, lanjutnya, perekonomian relatif resilien dengan pasar tenaga kerja nan tetap kuat. Namun tekanan inflasi mulai memengaruhi kepercayaan konsumen.
Sementara di Tiongkok, momentum pertumbuhan ekonomi condong melemah dengan permintaan domestik dan investasi nan tetap tertekan, meskipun keahlian ekspor relatif terjaga.
“Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter dunia serta volatilitas pasar keuangan, terutama terhadap aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujarnya.
Di domestik, Friderica menyebut aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan nan bervariasi. Dari sisi penawaran, keahlian sektor manufaktur kembali ekspansif pada periode Mei 2026.
Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga. Ia menyebut inflasi meningkat pada Mei 2026 seiring tekanan nilai daya dunia tetapi tetap berada pada level nan terkendali. Neraca perdagangan pun tetap mencatat surplus meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·