
OJK Bidik 75 Persen Emiten Penuhi Free Float 15 Persen (Foto: Okezone)
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan peningkatan kepemilikan saham publik alias free float emiten secara signifikan pada tahun pertama penerapan kebijakan berjenjang nan tengah disiapkan regulator. Dari total sekitar 960 emiten nan tercatat di BEI, OJK membidik sekitar 75 persen di antaranya sudah memenuhi ketentuan minimal free float 15 persen pada akhir tahun pertama.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, saat ini proporsi emiten nan telah memenuhi ketentuan tersebut tetap berada di kisaran 60-an persen. Dengan demikian, terdapat potensi peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen dari sisi jumlah emiten pada tahun pertama.
"Dari sisi market cap dan jumlah emiten, kita targetkan mungkin totalnya bakal mencapai sekitar 75 persen nan bisa kita sorong ke 15 persen di tahun pertama, dari total 960 emiten. Sekarang itu tetap di nomor 60-an persen, jadi ada peningkatan sekitar 10–15 persen dari sisi jumlah," ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026).
Peningkatan Free Float
Dia menjelaskan, kebijakan peningkatan free float ini bakal dilakukan secara berjenjang dengan pendekatan berbasis kapabilitas pasar. OJK bakal menggandeng Asosiasi Emiten Indonesia dari sisi suplai, serta organisasi penanammodal dan perusahaan pengaruh untuk mengukur daya serap industri terhadap tambahan saham nan dilepas ke publik.
Menurut Hasan, pengukuran tersebut krusial agar peningkatan free float tidak menimbulkan tekanan berlebihan di pasar. Oleh lantaran itu, regulator bakal menetapkan milestone pencapaian sasaran pada tahun pertama, kedua, hingga ketiga.
"Nanti bakal ada milestone pencapaian sasaran nomor di satu tahun pertama, dua tahun pertama, dan tiga tahun. Setelah itu ada exit policy nan bakal kita lihat sesuai dengan keahlian daya serap pasar," katanya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·