Nyobain Muse AI: AI Agent Gratis untuk Semua

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Muse AI menjadi AI agent paling ramai saat ini. Banyak orang berbondong2 pake Muse AI ini dan jumlah downloadnya menjadi nan tercepat sejak era ChatGPT rilis. Saat ini Muse AI menjadi aplikasi nomor satu di Apple App Store dan juga Google Play Store di US, menggeser aplikasi AI terkenal lain seperti ChatGPT, Claude, Gemini, apalagi juga Grok.

Di Indonesia nan belum resmi dirilis aja — penggunanya sudah sangat banyak. Saya sendiri sudah menggunakan Muse AI ini selama beberapa hari terakhir, dan akhirnya jadi tahu kenapa Muse AI ini begitu viral dan banyak digunakan orang.

AI Agent Bukan Chatbot

Muse AI adalah AI agent buatan Meta, tetap satu group dengan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Thread. Sebagai AI agent, Muse AI ini sangat berbeda dengan AI chatbot seperti ChatGPT alias Gemini. Muse AI tidak hanya bisa tanya jawab saja, tetapi juga bisa kita suruh untuk melakukan beragam macam aktivitas nan kita perintahkan. Muse AI bisa mengisi form, unsubscribe beragam jasa berbayar, booking travel, bikin website, edit dokumen, benerin OS error, otomasi kerjaan, apalagi sampai shopping dsb. Jadi Muse AI ini lebih mirip seperti OpenClaw alias Hermes Agent daripada sekedar AI ChatBot biasa.

Ini lantaran Muse AI punya komputer sendiri nan dalam perihal ini sebuah Virtual Machine. Jadi saat kita perintah AI agent ini untuk melakukan sesuatu, Muse AI bakal menginstall tool apapun nan diperlukan di VM ini untuk mengerjakan tugas apapun nan kita berikan sampai selesai.

Saya sudah cek spesifikasi virtual machine nan digunakan oleh Muse AI ini, dan rupanya cukup powerful! AMD prosesor dengan 2 vCPU, 7.7GB RAM, 100GB home storage, dan 7.5GB root storage berbasis SSD, dengan OS Ubuntu 24.04.

Di VM inilah Muse AI berjalan, menginstall semua tool nan dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas nan kita berikan. Disini juga Muse AI menyimpan semua memory tentang siapa kita, siapa dia, tugas2 nya apa, dan otomasi apa nan kita berikan.

Siap Pakai untuk Pemula

Berbeda dengan AI Agent terkenal seperti OpenClaw alias Hermes Agent nan kita kudu setup sendiri, Muse AI tinggal daftar saja dan langsung siap dipake. Penghalang bagi pengguna awam untuk punya AI agent sendiri seolah dirobohkan ya oleh Meta melalui Muse AI ini, lantaran siapapun sekarang bisa mempunyai AI agent sendiri tanpa kudu mengerti apa itu SSH, API, command line, VPS, dsb.

Istri saya misalnya, nan di era OpenClaw alias Hermes Agent bingung kudu memulai dari mana, di Muse AI dia langsung daftar dan sudah bisa punya AI agent nya sendiri. Bisa semudah dan sesimple itu.

Memang saat ini Muse AI baru tersedia official di US dan Canada saja, tetapi kita bisa daftar dari Indonesia menggunakan VPN US. Setelah terdaftar bisa langsung kita gunakan melalui web apps alias WA tanpa perlu konek VPN lagi.

Gratis dengan Limit Besar

Muse AI sangat terkenal salah satunya lantaran bisa digunakan gratis. Berbeda dengan AI agent platform seperti Hermes Agent alias OpenClaw nan meskipun platformnya free dan open source, untuk setupnya kita perlu menyiapkan sendiri mini PC, VM, alias VPS nya dan perlu kita siapkan juga AI inference nya. Di Muse AI kita tinggal daftar dan langsung mendapatkan semua perihal nan diperlukan.

Jadi setiap pengguna Muse langsung mendapatkan 1 cloud VM sendiri, AI agent platform siap pakai, komplit dengan AI modelnya juga.

Specs VM nya gak main-main, sangat mewah untuk AI agent. Kalo bayar sendiri VPS di specs ini ya bisa 200 ribuan per bulan alias apalagi lebih. Tapi di Muse AI kita dapat free.

Platform AI agent nya custom buatan Meta, tapi waktu saya extract dan cek sistem agent nya, ada kemiripan nan sangat tinggi dengan OpenClaw — ada SOUL.md, Heartbeat.md, Memory.md dsb.

AI nya sendiri kombinasi dari banyak model. Dari hasil tracking ada puluhan model ID nan digunakan di muse AI untuk saat ini, mulai dari model internal Meta dengan codename Avocado, muse-special, nan dikombinasi dengan AI model Open Weight ya seperti GLM 5.2, Kimi K3, sampai AI model frontier seperti Claude dan GPT.

Jadi sebenarnya saat kita chat dengan Muse, AI modelnya bisa saja di-routing ke AI model nan berbeda sesuai dengan tugas dan keperluannya. Di salah satu session chat saya dengan Muse AI, diungkapkan kalo dia menggunakan Muse Spark 1.3 terbaru dengan 350rb token context window. Sedikit lebih mini daripada konteks window modelnya via API nan bisa handle sampai 1 juta token.

Limit gratisnya pun tinggi, mencapai 100 juta token per minggu dengan reset batas otomatis setiap minggunya. Jujur saja kalo bayar via API, 100 juta token per minggu ya mahal juga. Saya udah gunakan 2 hari terakhir dengan penggunaan nan cukup intens untuk melakukan testing menghabiskan sekitar 20% kuota dari batas mingguan. Lumayan banget sebenarnya. Meskipun batas gratisan ini bisa saja berubah di kemudian hari.

Tapi nan menarik ada di bingkisan token nya nan bisa dapat sampai 31 milyar token tanpa pemisah waktu. Jadi setelah daftar kita bisa redeem kode referral dari pengguna Muse lain dan dapat extra 1 billion token gratis. Kalo teman2 belum punya kode nya, bisa menggunakan kode Muse saya KEA2CG untuk redeem 1 milyar token gratis.

Temen2 juga bakal mempunyai kode referral nan bisa temen2 sebar untuk mendapatkan lagi 1 milyar token per referral dengan maksimal 30 referral. Jadi kalo semuanya di redeem, total maksimal bisa mendapatkan 31 milyar token, nan di penggunaan harian saya sih bisa gak lenyap dalam dua tahun

Pintar dan Canggih

Sebagai AI agent Muse ini pandai dan canggih. Dia bisa terhubung ke beragam jasa terkenal dengan konektor built in, mulai dari beragam jasa Google seperti Gmail, Google Drive, Google Docs, dsb. Berbagai sosial media buatan Meta seperti Facebook, Instagram, Thread, dsb. Sampai beragam aplikasi terkenal seperti Spotify dan nan lainnya. Memang belum terlalu banyak built-in connectornya, tetapi lantaran ini AI agent nan punya VM sendiri, sembari menunggu koleksi built in connector nya semakin lengkap, kita bisa minta Muse install MCP untuk konek ke jasa apapun nan kita butuhkan.

Muse juga bisa konek ke wallet untuk belanja, nan saat ini belum support ke e-wallet Indonesia, lantaran memang secara official belum dirilis di Indonesia. Tetapi jika sudah dirilis bukan tidak mungkin kelak bisa konek ke OVO, Gopay, Dana, dsb untuk shopping online via Muse AI.

Kita bisa memasukkan perincian password dan username tanpa bisa dilihat langsung oleh agent nya, pengaturan permissionnya juga cukup ketat, bisa konek ke WA dan ke beragam device lewat aplikasi, meskipun untuk aplikasi Android dan IOSbelum bisa didownload dari Indonesia.

Ada info control juga untuk mematikan info training, import memory, download data, sampai reset AI agent.

Untuk fiturnya juga banyak. Ada chat utama, chat di channel seperti WA misalnya, lampau ada side chat juga untuk chat secara terpisah.

Disediakan juga list buahpikiran penggunaan AI agent ini untuk apa aja. Jadi kita gak perlu bingung mencari use case nya.

Ada goals untuk tracking sasaran kita nan otomatis dimasukkan oleh agent nya sepanjang kita chat dan obrolan dengan AI agent nya.

Ada library nan berisi semua file nan kita buat dengan Muse AI, mulai dari dokumen, website, serta kumpulan foto, video, dan podcast juga.

Lalu nan menarik ada juga feed berisi buletin nan menarik sesuai interest kita. Kita juga bisa pin artifact favorit kita.

Navigasinya simple. Di laman utama ada chat box nya, di sebelah kiri menu-menu nya, sedangkan kalo kita tap profile Muse nya, dengan mudah kita langsung bisa memandang timeline aktivitas pemasok nya, approval history nya, aktivitas terjadwalnya, serta bisa mengubah profil identitas, karakter AI agent, serta memory nan tersimpan.

Dan sebagai AI agent platform, tentu kita bisa menjadikan AI agent ini sebagai apapun sesuai produktivitas dan kebutuhan kita. Tinggal minta saja mau bikin apa dan butuh apa dari Agent nya, kelak bisa direalisasikan. Jadi jauh lebih elastis dan fungsional dibanding sekedar chatbot biasa.

Proaktif & Otomasi

Sama seperti AI agent platform lainnya, Muse AI juga didesain untuk proaktif, dalam artian tidak menunggu perintah alias pertanyaan kita. Kita bisa memberikan goal alias tugas nan kudu dia selesaikan, baik itu tugas sekali jalan alias otomasi nan melangkah otomatis secara berkelanjutan. Muse bakal melangkah secara background dan menyelesaikan tugas2 nan kita berikan, seperti memantau buletin di tema kesukaan kita, dan mengirimkan rangkuman beritanya setiap pagi. Memonitor home server dan memperbaiki jika terjadi error, memonitor email dan menginfokan kalo ada agenda penting, menjadi asisten individual untuk memanage agenda aktivitas kita, dsb.

Ini berbeda dengan AI Chatbot biasa nan sifatnya lebih ke reaktif, nan saat kita tanya dia baru menjawab. Meskipun AI agent pun bisa kita jadikan sebagai chatbot untuk tanya jawab, tapi secara platform, kegunaan dan kemampuannya lebih dari itu.

Lebih Mengenal Kita

AI agent seperti Hermes Agent memang didesain untuk semakin mengenal kita seiring kita berinteraksi dengan AI agent nya. Muse AI juga sama. Setiap kita chat dan berinteraksi, diam-diam Muse mengkoleksi karakter dan beragam perincian tentang kita, apa nan kita suka dan apa nan tidak, lampau menyimpannya di memory nan membikin semakin lama ya jawaban AI agent nya lebih individual sesuai dengan nan karakter dan selera kita.

Ini juga bertindak sebaliknya. Seiring lamanya berinteraksi, kita minta ini dan minta itu, suka hubungan nan begini dan begitu, bakal disimpan semua di Soul Muse AI, nan menjadikan karakter AI agent nya juga makin sesuai sama preferensi kita. Kita apalagi bisa mengubahnya sendiri kalo kita mau. Dan kita juga bisa mengganti nama Muse, mengganti profile picture nya dsb.

Ini terus melangkah secara natural nan akhirnya membikin seolah2 AI agent kita ini lebih mengenal kita dan bisa mengerti apa nan sebenarnya kita mau.

Konek ke WhatsApp

Untuk orang Indonesia nan banyak pake WhatsApp, Muse sangat berpotensi jadi pujaan lantaran dia terhubung langsung ke WhatsApp. Karena buatan Meta sendiri, tentu koneksinya aman. Tidak ada resiko suspend alias banned menggunakan Muse AI ini dari dalam WhatsApp. Ini sedikit berbeda dengan OpenClaw alias Hermes Agent nan konek ke WA pake jalur non official, nan akhir-akhir ini mulai muncul beberapa laporan pengguna nan kena suspend WA nya dengan argumen keamanan.

Di WA sendiri experience Muse bisa dibilang sangat minimal. Muse hanya menjadi seperti kontak WA biasa. Tidak ada menu2 unik seperti di web app. Tapi tetap, kita bisa tinggal minta aja, misalnya pengen tahu sisa batas penggunaan ya tinggal minta. Pengen akses ke artifact kita ya tinggal minta, dsb.

Lalu selain konek ke WhatsApp, Muse AI juga kondusif saat diintegrasikan ke beragam sosial media terkenal di Indonesia seperti Facebook, Instagram, dan Thread — lantaran ya sama2 jasa buatan Meta nan terhubung ke Muse secara official.

Bisa dibilang Muse ini menghilangkan dua penghalang besar nan selama ini menghalangi orang punya AI agent sendiri, ialah setup dan harga. Dari nan sebelumnya perlu punya skill untuk setup AI agent platform sendiri, menjadi tinggal daftar aja. Dari nan sebelumnya perlu menyiapkan banyak perihal mulai dari VPS sampai AI inference, sekarang semua langsung disediakan — dimulai dengan cuma-cuma pula.

Inilah nan membikin Muse AI jadi terkenal dan banyak orang langsung berbondong2 pake — meskipun secara fitur sebenarnya tidak ada nan baru dibanding AI agent lain nan sudah lama ada seperti OpenClaw alias Hermes Agent.

Coba Sendiri Muse AI

Itulah beberapa perihal nan membikin Muse AI begitu viral dan terkenal akhir-akhir ini. Tetapi untuk bisa betul-betul menilai, teman2 perlu mencoba dan merasakannya sendiri.

Tinggal daftar Muse AI menggunakan VPN US, redeem kode KEA2CG untuk dapet extra 1B token nya, dan silakan dieksplorasi.

Tapi dari pengalaman saya saat daftar kemarin, kalo kita tidak hubungkan dengan akun IG alias FB (atau tidak mempunyai kedua akun tersebut di smartphone kita saat melakukan pendaftaran), kita bakal diminta untuk memasukkan info payment seperti Visa dan Mastercard dari debit online, cc, dsb demi verifikasi usia. Ini juga kudu teman2 perhatikan, terlebih kalo pake VPN gratisan, kudu ekstra hati-hati lantaran info payment temen2 bakal dikirimkan lewat VPN ini.

Jadi jangan sembarangan pake VPN cuma-cuma nan gak jelas kalo mau daftar Muse AI ini. Pastikan VPN nan dipake nan kondusif tanpa log data. Dan seperti nan gue bilang, officialnya tetap untuk US dan Canada, jadi buat temen2 nan daftar dari Indonesia pake jalur VPN, resiko ditanggung masing2 ya. Kalo pengen kondusif tunggu aja sampai bener2 dirilis resmi di Indonesia.

Bagi nan sudah daftar dan sudah pake Muse AI, boleh di share pengalamannya, gimana rasanya menggunakan AI agent siap pakai dari Meta ini.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Febian

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑