
Amri dan Nita siap tempur di final Asian Games 2026. (Foto: Humas PP PBSI)
NITA Violina Marwah tak bisa menahan tangis setelah berbareng Amri Syahnawi lolos ke final bagian olahraga bulu tangkis Asian Games 2026 nomor dobel campuran. Pebulu tangkis 25 tahun itu terharu lantaran tak pernah menyangka bisa menjejakkan kaki di final Asian Games 2026.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah lolos ke final Asian Games 2026 setelah menang absolut atas dobel campuran ranking satu bumi asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dongping dengan skor 21-12 dan 21-14, di semifinal Asian Games 2026 nan berjalan pada Senin, (28/9/2026) pagi WIB.
Amri/Nita melaju mulus ke final Asian Games 2026. (Foto: X/@INABadminton)
“Sudah lama banget tidak masuk final dan juga ya sampai berada di titik ini tidak mudah buat kami berdua. Dengan naik turunnya, sempat awal tahun hasilnya jauh banget dari apa nan kami harapkan. Dan hari ini di Asian Games kami bisa main ke final. Rasanya bikin saya lega dan sangat-sangat bersyukur,” kata Nita sembari menangis, dalam keterangan resmi PBSI nan diterima Okezone, Senin (28/9/2026).
Ini merupakan final pertama Amri/Nita dalam dua tahun terakhir. Di arena BWF World Tour, Amri?Nita terakhir kali lolos ke final 2024, tepatnya di arena Indonesia Masters Super 100. Saat itu di partai puncak, Amri/Nita menjadi juara setelah menumbangkan Marwan Faza/Aisyah Pranata.
1. Final Pertama sejak 2014
Ini merupakan nan pertama sejak 2014, Indonesia mempunyai wakil di final nomor dobel campuran Asian Games. Wakil terakhir Indonesia nan melakukannya adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada 2014. Sayangnya saat itu di final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari jagoan China Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Amri Syahnawi berterima kasih bisa lolos ke final Asian Games 2026. Ia mengerti tekanan nan dihadapi di laga semifinal Asian Games 2026 sangat besar.
Terlebih, musuh nan dihadapi adalah dobel campuran ranking satu dunia. Dalam lima pertemuan sebelumnya, Amri/Nita juga selalu kalah dari sang lawan.
“Bersyukur alhamdulillah bisa selesai pertandingan tanpa cedera dan bisa memenangkan pertandingan di semifinal ini dan masuk ke final. Pertandingan tadi dari awal cukup pressure-nya lumayan gede buat saya. Tapi, rupanya saya memandang musuh kondisinya sedikit lebih goyang daripada kami,” tegas Amri.
“Terasa mereka tidak siap, tidak tahu apa nan mereka rasakan. Dari kami di lapangan merasa sedikit lebih unggul dari sisi daya juang, dari fight-nya,” tegas pebulu tangkis 27 tahun tersebut.
“Perasaannya senang dan bersyukur. Karena dengan persiapan nan begitu lumayan, cukup panjang dan intens selama satu bulan. Kami betul-betul mencurahkan semuanya buat di Asian Games ini. Cukup lega lantaran di event ini kan empat tahun sekali dan kami bisa masuk ke final itu sangat luar biasa,” ujar Amri penuh bahagia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·