Nilai SPMB SMAN 1 Maung Tasikmalaya Hilang, Orangtua Protes

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Nilai SPMB SMAN 1 Maung Tasikmalaya Hilang, Orangtua Protes Seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) di SMAN 1 Maung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat membikin banyak orang tua menelan kekecewaan dan pertanyakan setelah nilai skor peserta secara tiba-tiba lenyap secara misterius.(Kristiadi/MI.)

PELAKSANAAN Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Maung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diwarnai tindakan protes dari para orangtua siswa. Mereka mempertanyakan transparansi sistem setelah nilai hasil seleksi anak-anak mereka mendadak berkurang secara misterius, nan mengakibatkan posisi mereka terlempar dari kuota penerimaan.

Kejadian ini menimpa sejumlah peserta dari beragam jalur, mulai dari potensi akademik, rapor, hingga jalur prestasi kejuaraan. Salah satu orang tua siswa, BU, mengungkapkan kekecewaannya setelah nilai anaknya nan didaftarkan melalui jalur non-akademik merosot tajam.

"Pada 3 Juni 2026, nilai anak saya tercatat 377,24 dan masuk ranking 33 dari 77 kuota. Namun keesokan harinya, nilai tersebut lenyap menjadi 326,24 tanpa pemberitahuan. Kami sangat kecewa," ujar BU, Minggu (7/6/2026).

Selain masalah teknis nilai, BU juga menyoroti penerapan program Gubernur Jawa Barat mengenai pelestarian budaya. Ia menilai mata pelajaran Bahasa Sunda dalam program "Ngamumule" seolah tidak menjadi prioritas dalam pembobotan nilai SPMB tahun ini.

Senada dengan BU, personil Forum Pendidikan Tasikmalaya, Cucu, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan serupa. Ada siswa nan kehilangan hingga 50 poin secara tiba-tiba. Dari semula mempunyai nilai 369,80 dan dinyatakan masuk kuota, menjadi 318,8 sehingga kudu keluar dari daftar calon siswa nan diterima.

Penjelasan Pihak Sekolah

Menanggapi keluhan tersebut, petugas pelayanan SMAN 1 Tasikmalaya, Elis Nurjanah, menjelaskan bahwa pengelolaan nilai sepenuhnya berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pihak sekolah hanya menerima info nan tersaji dalam sistem.

Menurut Elis, skor nan tampil pada sistem di awal pendaftaran tetap berkarakter sementara. Saat ini, proses verifikasi sedang berjalan untuk menyesuaikan nilai dengan arsip pendukung sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat.

"Perubahan skor tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan calon peserta memperoleh kewenangan skor nan sah, valid, dan setara sesuai izin nan berlaku," pungkas Elis.

Hingga buletin ini diturunkan, para orang tua siswa tetap menunggu kepastian dan kebijakan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar proses seleksi dapat melangkah lebih transparan dan tidak merugikan siswa nan telah berjuang melalui jalur prestasi. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia