Meragukan diri sendiri alias self-doubt merupakan kejadian nan banyak dialami oleh perempuan, tak terkecuali selebriti Nikita Willy. Perempuan kelahiran 1994 ini mengatakan, ketika didapuk untuk menjadi pembicara, dia sering kali meragukan kemampuannya.
Hal ini disampaikan oleh Nikita dalam aktivitas Her Strength, Her Light by ParagonCorp di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, pada Senin (20/4) lalu.
Nikita menjelaskan bahwa keraguan itu sempat dirasakan apalagi sebelum menghadiri aktivitas tersebut. Sebab, menurutnya, aktivitas tersebut dihadiri oleh jejeran wanita dahsyat seperti Menteri Luar Negeri RI 2014–2024 Retno Marsudi, Marissa Anita, hingga pebulutangkis Susi Susanti.
“Jawabannya sering. Bahkan, sebelum berangkat ke sini saya tetap ragu, bisa enggak, ya, saya ngomong di sini, di antara perempuan-perempuan dahsyat di sini? Aku siapa, ngapain saya di sini? Momen-momen seperti itu sering ada,” jelas Nikita.
Nikita menambahkan, dia tak jarang merasa bingung ketika ada aktivitas offline alias saat dirinya diminta menjadi pembicara. “Ngomongin apa, ya? Karena orang-orang mau mendapatkan inspirasi, saya menginspirasi apa, ya?”
Fenomena self-doubt ini juga dikenal sebagai impostor syndrome. Dikutip dari Stanford University, istilah ini pertama kali dicetuskan oleh psikolog Pauline Rode Clance dan Suzanne Imes (1978). Menurut mereka, sindrom imposter merupakan kejadian meragukan keahlian diri sendiri nan dirasakan oleh seseorang.
Sindrom ini biasanya ditandai dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan internal, seperti, “Mengapa orang lain lebih dahsyat daripada saya? Kapankah mereka sadar bahwa saya tidak sekompeten itu?” Menurut beragam studi, perempuan condong lebih sering mengalami kejadian ini dibandingkan laki-laki.
Meski kerap meragukan diri sendiri, Nikita Willy tidak membiarkan emosi negatif itu berlarut-larut. Dia pun mulai mengubah langkah berpikirnya dan tidak menjadikan keraguan tersebut sebuah penghalang untuk berkembang.
“Tapi, saya berupaya untuk tidak jadikan keraguan di dalam diri saya penghalang buat mencoba; mencoba bertumbuh dan keluar dari area nyaman,” ungkap Nikita.
“Aku jadikan setiap keraguan dalam diri saya menjadi proses. Ketika saya sudah berhasil, itu menjadi sebuah kekuatan baru buatku,” tegasnya.
Nikita Willy memulai pekerjaan di industri intermezo sebagai aktris sejak usia belia. Setelah bertahun-tahun membintangi beragam serial di layar kaca dan film-film di layar lebar, dia sekarang lebih aktif berkarier sebagai selebriti, membintangi kampanye brand dan iklan, menjadi pembicara untuk beragam gelar wicara, dan lebih memfokuskan diri dengan family kecilnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·