Banjir bandang Nepal menghanyutkan jembatan dan mengisolasi warga. Otoritas memasang luncur gantung darurat untuk membantu penduduk menyeberangi Sungai Trishuli.
Sejumlah penduduk berada di dalam keranjang nan tergantung pada tali luncur (zipline) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (3/9/2026). Fasilitas tersebut dipasang otoritas setempat untuk membantu penduduk melintasi sungai berarus deras setelah banjir bandang menghanyutkan sejumlah jembatan dan menyebabkan beberapa wilayah terisolasi dari kota-kota utama. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Sejumlah penduduk desa mengatakan pada Kamis (3/9/2026) bahwa mereka telah terjebak di seberang sungai selama nyaris satu minggu setelah jalur penyeberangan nan biasa digunakan hanyut diterjang banjir. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pemasangan zipline menjadi salah satu upaya untuk membuka kembali akses penduduk nan terputus. Beberapa penduduk apalagi baru dapat menyeberangi sungai untuk pertama kalinya sejak musibah guna memeriksa kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Bencana banjir luar biasa tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 4.200 orang lainnya tetap dinyatakan hilang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis setelah lebih dari sepekan sejak musibah terjadi. Meski demikian, otoritas Nepal tetap terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Sekitar 900 orang juga dikhawatirkan tetap terjebak di sebuah pembangkit listrik tenaga air nan terdampak bencana. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Tim penyelamat terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah nan terisolasi di tengah kondisi medan dan arus sungai nan tetap berbahaya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·