loading...
Model berbaju putih bergaya di Gumuk Pasir Parangtritis, dikelilingi puluhan pewarta nan memotret untuk menguji karakter warna Leica di Xiaomi 17T Series.
YOGYAKARTA - Pukul 21.33. Saya membuka galeri. Isinya seperti salah cetak.
Satu pose diulang puluhan kali. Gaun putih. Kain tule diangkat tinggi. Tangan kiri di pinggang. Modelnya Ayu, di Pantai Parangtritis, sore tadi.
Yang berbeda hanya warnanya. Ada nan hangat seperti susu krem. Ada nan dingin kebiruan. Ada nan merah muda. Ada nan hitam-putih, tegas seperti foto surat kabar lama.
Ratusan foto saya ambil. Tanpa terasa.

Ayu berpose di Pantai Parangtritis dalam mode hitam-putih Xiaomi 17T Pro. Kontras tegas, lipatan kain tule tetap terbaca. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Orang mungkin bertanya: ngaruh nggak sih label Leica di Xiaomi 17T Series? Ternyata sepengaruh itu. Fotografi bukan hanya soal tajam. Dari Martha Suherman, ahli foto ahli dan pendiri Hayomoto, saya belajar bahwa warna tak kalah penting.
Setiap merek kamera punya color science. Ilmu warnanya sendiri. Bayangkan sensor sebagai bahan mentah di dapur, dan color science sebagai resep bumbunya.

Ayu berbareng kuda dengan nuansa dingin kebiruan. Warna dingin nan pucat memberi kesan tenang, kadang sendu. Foto: Sindonews/Danang Arradian
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·