Netanyahu Perintahkan Militer Israel Serang Pinggiran Kota Beirut

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |01:02 WIB

Netanyahu Perintahkan Militer Israel Serang Pinggiran Kota Beirut

PM Israel Netanyahu (Foto: X)

ISRAEL - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melancarkan serangan ke pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, di tengah meningkatnya bentrok antara Israel dan golongan bersenjata Hizbullah nan didukung Iran.

Netanyahu menyebut “target teror” di wilayah tembok Hizbullah di Dahieh bakal diserang sebagai respons atas serangan roket dan drone terhadap penduduk sipil Israel, serta pelanggaran gencatan senjata nan diumumkan pada April lalu, nan dinilai kandas menghentikan pertempuran.

Tak lama setelah pernyataan itu, lampau lintas di sejumlah jalan keluar dari area pinggiran Beirut dilaporkan macet lantaran banyak family berupaya mengungsi ke letak nan lebih aman.

Dalam pernyataan berbareng nan dirilis Senin (1/6/2026), PM dan Menteri Pertahanan Israel mengatakan mereka telah memerintahkan militer Israel untuk melakukan serangan di Dahieh “menyusul pelanggaran gencatan senjata nan berulang dan berkepanjangan oleh organisasi teroris Hizbullah di Lebanon dan serangannya terhadap penduduk sipil dan kota-kota kami”, melansir BBC.

Namun, pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan militer Israel tidak mengeluarkan perintah pemindahan langsung—langkah nan biasanya mendahului serangan udara. Meski demikian, ribuan penduduk tetap meninggalkan area tersebut dengan kendaraan nan dipenuhi barang-barang seadanya menuju wilayah pegunungan.

Seorang pejabat senior pemerintah Lebanon mengatakan pihaknya mengandalkan upaya mediasi Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran dan mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut. Pada Minggu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebut mengusulkan rencana “de-eskalasi bertahap” kepada Netanyahu dan Presiden Lebanon.

Militer Israel diketahui telah dua kali menyerang Beirut sejak gencatan senjata Israel–Lebanon mulai bertindak pada 16 April, dengan serangan terakhir terjadi pada Kamis lalu. Namun intensitasnya menurun dibanding sebelumnya, seiring laporan tekanan dari Gedung Putih agar Israel menahan eskalasi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com