Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas ekstrem diperkirakan tetap bakal melanda Korea Selatan (Korsel) hingga awal Agustus mendatang. Badan Meteorologi Korea (KMA) memperkirakan suhu udara pada siang hingga malam hari tetap berada di level tinggi, dengan suhu maksimum berpotensi mencapai 39 derajat Celcius di sejumlah wilayah.
KMA menyatakan kondisi cuaca panas belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Lembaga tersebut memperkirakan suhu pagi berkisar 24-26 derajat Celcius, sementara suhu siang mencapai 32-39 derajat Celcius hingga 6 Agustus.
"Malam tropis dan gelombang panas bakal terus bersambung setidaknya hingga awal bulan depan," demikian pernyataan KMA dalam prakiraan cuacanya, seperti dikutip Korea Herald, Selasa (28/7/2026).
Seiring meningkatnya suhu, KMA telah mengeluarkan peringatan darurat gelombang panas untuk sejumlah wilayah di bagian tenggara Korea Selatan, termasuk Gyeongsan, Pohang, Gyeongju, Goryeong, Cheongdo, Daegu, serta beberapa kota di Provinsi Gyeongsang Selatan seperti Yangsan, Gimhae, Miryang, Euiryeong, Haman, Changnyeong, dan Hapcheon. Status tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan gelombang panas tiga tingkat nan mulai diterapkan tahun ini.
Peringatan darurat diberlakukan ketika suhu diperkirakan mencapai sedikitnya 39 derajat Celcius setelah berada di atas 35 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut, alias saat suhu nan dirasakan (heat index) diproyeksikan menyentuh 39 derajat Celcius. Menurut KMA, kondisi tersebut meningkatkan akibat gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem.
Pada Senin sore, suhu tertinggi tercatat di Gyeongju nan mencapai 39,1 derajat Celcius sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Sementara itu, pengukuran tidak resmi melalui stasiun cuaca otomatis mencatat suhu 39,2 derajat Celcius di area Sinam-dong, Daegu.
Pemerintah Kota Seoul mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 14.00 hingga 17.00 ketika peringatan gelombang panas diberlakukan. Pemerintah juga menyiapkan 100.000 botol air es nan didistribusikan di 30 letak peristirahatan guna membantu para pekerja pengiriman menghadapi cuaca panas.
KMA juga menjelaskan bahwa kejadian malam tropis diperkirakan tetap bakal berlanjut. Kondisi ini terjadi ketika suhu terendah pada malam hari, ialah antara pukul 18.00 hingga 09.00 waktu setempat, tetap berada di nomor 25 derajat Celcius alias lebih tinggi sehingga mengurangi kesempatan tubuh untuk beristirahat dari panas.
Meski hujan diperkirakan turun di Seoul, Incheon, Provinsi Gyeonggi, Provinsi Gangwon, bagian utara Provinsi Gyeongsang Utara, serta sebagian wilayah Provinsi Chungcheong Utara dan Selatan, KMA menilai dampaknya hanya berkarakter sementara dalam menurunkan suhu udara. Selain itu, angin besar petir diperkirakan tetap terjadi di sejumlah wilayah Laut Timur dan Laut Barat hingga Selasa, disertai kabut tebal nan berpotensi mengganggu aktivitas.
(tfa/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·