Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |12:43 WIB

Neraca Dagang RI Surplus USD120 Juta di Juli 2026 (Foto: Freepik)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD120 juta pada Juli 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Juli tahun 2026 disebabkan oleh surplus pada komoditas non-migas.
"Tercatat surplus komoditas non-migas sebesar USD3,10 miliar. Komoditas penyumbang surplus non-migas, terutama dari lemak dan minyak hewani nabati alias HS15, dari bahan bakal mineral HS27, dan juga dari besi dan baja HS72," kata Ateng di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sedangkan untuk neraca perdagangan migas pada Juli 2026 mengalami defisit sebesar USD2,98 miliar dengan komoditas penyumbang defisit terutama dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah.
Selanjutnya adalah neraca perdagangan secara kumulatif, ialah neraca perdagangan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juli tahun 2026 mencapai surplus sebesar USD3,70 miliar. Surplus sepanjang Januari sampai dengan Juli tahun 2026 terutama surplus pada non-migasnya.
"Surplus non-migas ini mencapai USD22,45 miliar, sementara komoditas migas tetap mengalami defisit, ialah defisitnya sebesar USD18,75 miliar," ujar Ateng.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·