Neill Blomkamp Dikritik karena Rilis Film Pendek yang Dibuat dengan AI

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Adegan movie Nightborne garapan sutradara Neill Blomkamp. Foto: Barley Studios

Sutradara District 9 dan Gran Turismo, Neill Blomkamp, kembali menjadi sorotan. Namun kali ini bukan lantaran proyek film Hollywood terbarunya, melainkan sebuah movie pendek berdurasi 13 menit berjudul Nightborne nan dibuat nyaris sepenuhnya menggunakan teknologi kepintaran buatan (AI).

Lewat proyek tersebut, Blomkamp memperkenalkan Barley Studios, rumah produksi barunya nan berfokus pada eksplorasi teknologi AI untuk pembuatan film. Nightborne disebut sebagai langkah awal untuk menguji sejauh mana keahlian AI dalam menghasilkan karya sinematik, sekaligus menjadi batu loncatan menuju produksi movie panjang.

Film Dibuat Menggunakan Model AI Seedance 2.0

Seluruh segmen dalam Nightborne dihasilkan menggunakan Seedance 2.0, model text-to-video besutan ByteDance. Meski demikian, proses produksinya tetap melibatkan manusia, mulai dari editor, concept artist, hingga puluhan tokoh nan memberikan izin penggunaan wajah dan bunyi mereka sebagai referensi AI.

Cerita Nightborne mengambil latar bentrok militer antara Amerika Serikat dan Suriah. Tokoh utamanya adalah seorang pilot militer nan mengalami kecelakaan helikopter hingga berada di periode kematian. Dalam cerita tersebut, sang pilot kemudian dijadikan bagian dari sebuah proyek rahasia pemerintah nan mengubah tentara nan telah meninggal otak menjadi prajurit zombie nan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk kembali bertempur.

Dari sisi visual, Nightborne memang tampil lebih lembut dibanding banyak video AI nan beredar di internet. Namun beragam keterbatasan teknologi tetap terlihat jelas.

video youtube embed

Film ini tersusun dari potongan-potongan video nan sangat singkat, sehingga editing harus dilakukan dengan banyak perpindahan segmen agar cerita tetap mengalir. Selain itu, terdapat sejumlah perincian nan dinilai mengganggu, seperti tulisan latar nan tidak terbaca, ekspresi karakter nan terasa kaku, hingga perbincangan nan terdengar kurang natural.

Kondisi tersebut membikin banyak penonton merasa movie ini belum bisa menghadirkan pengalaman sinematik nan setara dengan produksi movie konvensional.

Alih-alih menuai pujian atas penelitian teknologinya, Nightborne justru memicu banyak kritik di media sosial. Sejumlah penonton menilai movie tersebut kehilangan sentuhan imajinatif unik Neill Blomkamp nan sebelumnya dikenal lewat karya-karya seperti District 9, Elysium, dan Chappie.

Banyak pula nan menganggap penggunaan AI generatif dalam proyek ini menghasilkan movie nan terasa kurang hidup dan minim emosi, meskipun secara teknis menunjukkan kemajuan dibanding video AI pada umumnya.

Meski demikian, Blomkamp tetap memandang Nightborne sebagai penelitian penting. Ia menyebut movie pendek tersebut sebagai "titik awal" untuk mengeksplorasi kemungkinan memproduksi movie layar lebar nan dibuat dengan support AI di masa mendatang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan