Nasib Suku Cadang Mitsubishi Lawas, Kini Cuma Bisa Andalkan Stok Lama

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Toko Enam Jaya di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Suku cadang untuk mobil Mitsubishi lawas mulai susah ditemukan di pasaran. Kondisi ini terjadi lantaran sebagian komponen sudah tidak lagi diproduksi, sementara mobilnya tetap digunakan oleh pemilik hingga sekarang.

Amin, pemilik toko Enam Jaya, mengatakan bahwa permintaan komponen mobil Mitsubishi klasik tetap berdatangan. Ia menyebut jumlahnya sudah tidak sebanyak beberapa tahun lampau lantaran stok nan tersedia semakin terbatas.

"Kadang ada nan cari Lancer dan Galant. Model baru dan lawas spare part-nya ada, hanya nggak lengkap, sudah susah dari sana (pabrik) nggak diproduksi lagi. Jadi, tinggal sisa-sisa saja di sini, itu juga banyak nan kosong," ujar Amin saat ditemui kumparan di Wisma Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Spare part mobil di toko Enam Jaya di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Kondisi tersebut terutama terasa pada komponen nan tidak termasuk kebutuhan servis rutin. Barang seperti filter relatif bisa ditemukan lantaran tetap dicari pemilik mobil, sementara komponen tertentu mulai susah didapatkan ketika stok di pasaran habis.

Menurut Amin, kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi pada komponen orisinal. Beberapa komponen aftermarket, misalnya untuk Lancer, juga mulai langka.

"Kampas rem Lancer aja sudah nggak ada, apalagi jika cari peralatan Eterna tambah susah lagi. Selain filter oli, biasanya dateng pada cari tie rod sama coil. Coil itu sudah susah banget, jenis imitasi juga nggak ada, sudah jarang importirnya," jelasnya.

Sentra spare part mobil di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Amin bilang, konsumen di tokonya lebih didominasi pengguna Mitsubishi lansiran tahun 2000-an ke atas seperti Pajero dan L300. Pengguna mobil keluaran tahun 80-an nan berjamu ke tokonya bisa dihitung jari. Ia menyebut, spare part untuk Grandis dan Kuda juga mulai susah ditemukan, tetapi komponen nan sigap aus tetap bisa didapati.

Sejak berdagang di sana pada tahun 1980-an, dia menuturkan kelangkaan suku cadang itu mulai terjadi sekitar 10 tahun lalu. Kondisi tersebut membikin pemilik mobil Mitsubishi lawas kudu lebih teliti mencari komponen nan tetap tersedia di pasaran.

"Saya stok peralatan umum nan sering dipakai saja, beberapa tahun lagi juga lenyap itu barangnya. Bapak lihat sendiri kan dari tadi pedagang di sini sunyi dan jarang nan belanja, ditambah peralatan sudah susah," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan