Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat pembayaran subsidi dan kompensasi hingga semester I-2026 mencapai Rp 233 triliun. Realisasi itu setara dengan 52,1% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dan melonjak 44,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Purbaya mengatakan adanya peningkatan subsidi dan kompensasi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika nilai daya global. Dia merinci realisasi tersebut terdiri dari subsidi sebesar Rp 116 triliun dan kompensasi Rp 116,9 triliun.
"Realisasi subsidi dan kompensasi semester I-2026 menunjukkan peningkatan duit signifikan sebesar 44,4% andaikan dibandingkan dengan realisasi di periode nan sama 2025 sebesar Rp 161,4 triliun," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya menjelaskan kenaikan subsidi dan kompensasi daya dipengaruhi oleh perubahan nilai minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya volume konsumsi BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram (kg), serta listrik bersubsidi. Sementara untuk non-energi, peningkatan realisasi terutama didorong oleh pembayaran subsidi pupuk.
Sejalan dengan itu, volume penyaluran beragam peralatan bersubsidi juga meningkat dibandingkan semester I-2025. Purbaya mencatat penyaluran BBM bersubsidi naik 7,8%, volume LPG 3 kg meningkat 2% dan jumlah pengguna listrik bersubsidi bertambah 2,1%.
"Volume pupuk meningkat sebesar 21,4% dan debitur KUR meningkat sebesar 3,6%," tambah Purbaya.
Peran APBN dinilai sangat strategis sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas perekonomian dan daya beli masyarakat di tengah geopolitik dan ketidakpastian global. Hal itu, kata Purbaya, terlihat dari keputusan pemerintah nan tidak meningkatkan nilai BBM subsidi di tengah kenaikan nilai daya global.
"Kita lihat kan shock absorber pada waktu nilai minyak bumi tinggi, kita tidak naikkan nilai BBM subsidi. Sebagian mengkritik kebijakan tersebut, tetapi untuk kami, untuk pemerintah, untuk kita semua, itu bagus untuk menjaga stabilitas sehingga kita tetap bisa tumbuh terus ekonominya," jelas Purbaya.
Simak juga Video 'Purbaya: Kita Bersyukur di Tengah Gejolak Global, Ekonomi RI Masih Terjaga':
(aid/fdl)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·