Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengungkapkan kondisi mulai mengkhawatirkan terjadi, di mana daya beli masyarakat mulai terlihat lesu. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026), suasana lantai basement nan berisikan toko-toko sembako dan jenis kue kering tampak tetap cukup ramai lalu-lalang orang. Namun, beberapa pedagang mengaku sebaliknya, di mana kondisinya mulai sepi.
Tidak hanya pedagang minyak goreng nan mulai sepi, jenis kue kering, kue basah, buah-buahan, dan daging-daging juga mulai ditinggalkan pelanggan.
Hal ini lantaran harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Apalagi ada pengaruh kenaikan nilai plastik, bikin nilai peralatan semakin mahal. Masyarakat kata pedagang mulai mengurangi konsumsi.
Salah satunya Marni, pedagang buah di Pasar Senen, tepatnya di jejeran pedagang sayuran mengatakan pengguna mulai berkurang seiring makin mahalnya harga-harga kebutuhan pokok dan plastik.
"Ya beginilah, memang lagi sepi, tapi bukan lantaran sudah siang ya, pagi-pagi nan harusnya ramai, sekarang sepi," kata Marni saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).
Bahkan, omzet penjualan buahnya saat ini turun sekitar 30%, sejak nilai plastik dan kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.
"Omzet ada turun mungkin 30% ya, sepertinya orang-orang juga mulai mengurangi konsumsi buah," lanjut Marni.
Meski omzet turun, pihaknya tetap tetap lanjut berjualan, lantaran untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk anak sekolah.
Foto: Suasana Pasar Senen lantai basement, Senin (11/5/2026). (CNCB Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Ya jika dibilang pasrah sih enggak, hanya mau protes juga bagaimana, ya udah, lanjutin berdagang saja lantaran jika enggak berjualan, kelak anak-anak saya bagaimana," ujarnya.
Tak hanya pedagang buah, pedagang kue basah dan jajanan pasar ialah Didit juga mengaku kondisinya mulai sepi, meski beberapa kali terlihat banyak pengguna nan datang.
"Lagi sepi, biasanya kan pagi-pagi orang-orang beli buat dijual lagi alias ya buat sarapan mungkin ya, hanya memang pembeli agak turun," kata Didit.
Ia mengungkapkan ada penurunan omzet hingga 10% sejak harga-harga peralatan mulai mengalami kenaikan.
"Tampaknya orang-orang sudah mulai mengurangi jajan kue-kue di sini, omzet sudah turun 10%," terangnya.
Sedangkan pedagang kue kering dan jenis oleh-oleh ialah Salma mengatakan tokonya juga mulai sepi. Bahkan di akhir pekan, nan biasanya cukup ramai, sekarang mulai sepi.
"Enggak tahu kenapa, makin ke sini, makin sepi, dan biasanya Sabtu-Minggu ramai, ini sudah beberapa hari terakhir sepi," kata Salma.
Salma menambahkan, penjualan dari makanan ringan tersebut turun hingga 15%.
"Persisnya enggak tahu berapa ya, hanya ya sudah turun 15% lah, memang enggak seperti lebaran ya nan membludak, hanya biasanya juga enggak begini kok," ucapnya.
Sementara itu Jaya, pedagang daging sapi di Pasar Senen sekarang hanya mengandalkan langganannya dari restoran alias rumah makan sekitar Pasar Senen, di mana pembeli lainnya sudah jauh berkurang.
"Kalau dibilang sepi, memang iya, sekarang saya hanya mengandalkan langganan, dibilang sejak kapan sepinya, ya setelah lebaran lah," kata Jaya.
Di tokonya, nilai daging sapi saat ini sudah mencapai Rp150.000 per kg, membikin pembeli berpikir ulang untuk membeli daging sapi.
"Sekarang Rp150.000 per kg, memang sempat turun ke Rp140.000 per kg, hanya naik lagi, sudah ada 3 minggu lah," jelas Jaya.
(chd/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·