MUI Maafkan Abah Setu yang Diduga Hina Nabi, Proses Hukum Tetap Jalan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan pihaknya bisa menerima permintaan maaf ketua Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi, Asep Setiawan alias Abah Setu, nan diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Walaupun demikian, Anwar mengatakan pihaknya meminta proses norma tetap berjalan.

"Kalau ada orang merasa bersalah lampau minta maaf ya dimaafkan. Tetapi nan berkepentingan juga melanggar norma nan bertindak dalam negara RI, oleh lantaran itu pihak dari penegak norma tentu kudu bisa menegakkan hukum. Bagaimana langkah dan prosedurnya tentu mereka sudah dan lebih tahu," kata Anwar Abbas, Jumat (11/9) dikutip dari detik.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar Abbas menilai tindakan Abah Setu sudah keterlaluan. Menurutnya, nan berkepentingan juga merendahkan Nabi Muhammad.

"Ya kelewatan, bahasanya merendahkan Nabi Muhammad dan terkesan sangat congkak," ucap dia.

"Dia bilang 'yang disebut Muhammad itu nan mana sih? Orang Madinah itu', kata-kata ini jelas sangat menyakitkan bagi orang nan beragama kepada Allah dan Rasul-Nya," imbuh Anwar.

Sementara itu, MUI Kabupaten Bekasi memastikan bakal melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Abah Setu. MUI menganggap nan disampaikan Abah Setu tidak dapat dibenarkan.

"Yang menjadi soal itu lantaran beliau memandang hukum dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi lantaran itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud di Cikarang, Kamis (10/9) dikutip dari Antara.

Dirinya mengapresiasi sikap Abah Setu nan mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ustadz dan masyarakat secara umum.

Pihaknya juga mengapresiasi kepolisian nan bertindak sigap melalui upaya mediasi atas persoalan sensitif tersebut.

"Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan," katanya.

Mahmud mengaku persoalan nan menyangkut kepercayaan kerap menimbulkan perihal sensitif di kalangan masyarakat.

Sebelumnya penduduk mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi ketua Asep Setiawan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin (7/9) malam sebagai imbas dari ungkapan Asep mengenai Nabi Muhammad SAW.

Ungkapan itu disampaikan Asep saat melakukan siaran langsung di salah satu platform media sosial. Asep dinilai telah menyinggung massa lantaran diduga mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Videonya pun lantas menyebar di media sosial.

Asep namalain Abah Setu pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam saat mengikuti mediasi berbareng para pemuka kepercayaan didampingi MUI Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi hari ini.

"Pada hari ini 10 September di Mapolres Metro Bekasi dengan disaksikan oleh para saksi nan hadir, saya Asep Setiawan namalain Abah Setu, sehubungan dengan beredar video nan telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat nan telah menghina Nabi Muhammad SAW dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut," kata dia saat membacakan surat pernyataan di hadapan para tokoh agama.

"Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin, oleh karenanya meminta maaf sebesar-besarnya," sambungnya.

(tim/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional