- Pesepak bola Real Madrid Vinicius Junior (kiri).(Xinhua/Gustavo Valiente)
JOSE Mourinho melontarkan kritik keras terhadap otoritas sepak bola Spanyol nan mengumumkan balasan larangan bermain empat pertandingan bagi Vinicius Junior dua jam sebelum Real Madrid menghadapi AS Roma di Liga Champions. Pelatih asal Portugal itu menilai pengumuman tersebut tidak menghormati pemain maupun klub nan tengah menjalani pertandingan krusial di kejuaraan Eropa.
Vinicius dijatuhi hukuman setelah menerima kartu merah dalam kemenangan Madrid 1-0 atas Villarreal di Liga Spanyol. Winger asal Brasil itu diusir dari lapangan lantaran menarik rambut pemain lawan.
Hukuman tersebut menjadi kerugian besar bagi Madrid. Vinicius terancam tidakhadir dalam rangkaian pertandingan krusial di liga domestik, termasuk El Clasico melawan Barcelona. Saat ini, Barcelona unggul enam poin atas Madrid di puncak klasemen.
Mourinho mengaku tidak lenyap pikir dengan waktu pengumuman hukuman tersebut. Menurut dia, keputusan itu semestinya disampaikan jauh sebelum pertandingan agar tidak mengganggu persiapan tim dan kondisi mental pemain.
"Apakah menurut Anda wajar seorang pemain dari klub Spanyol nan bakal menjalani pertandingan krusial bagi sepak bola Spanyol baru mengetahui bahwa dirinya dihukum larangan bermain empat pertandingan dua jam sebelum laga dimulai?" kata Mourinho seusai kemenangan Madrid kontra AS Roma, Kamis (15/10).
"Apakah keputusan itu tidak bisa diumumkan sekarang alias besok pagi? Mengapa kudu ketika kami sedang dalam perjalanan dengan bus, nyaris tiba di stadion, baru mengetahui bahwa Vinicius dijatuhi balasan empat pertandingan?" ujarnya.
Mourinho apalagi menyebut langkah pengumuman hukuman tersebut sebagai tindakan nan tidak tahu malu. Dia menilai keputusan itu berpotensi merugikan Madrid nan juga membawa nama sepak bola Spanyol dalam persaingan antarklub Eropa.
"Mereka sekarang melakukan hal-hal tanpa rasa malu. Dua jam sebelum pertandingan, seorang pemain kudu mengetahui bahwa dirinya dihukum empat pertandingan. Ini klub Spanyol nan telah menyumbangkan tiga poin bagi sepak bola Spanyol, peringkat, dan prestise sepak bola Spanyol. Menjatuhkan balasan seperti itu dua jam sebelum laga seolah mau membunuh mental seorang pemain. Menurut saya, itu tidak wajar," tegasnya.
Kemarahan Mourinho muncul setelah Madrid meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Roma pada matchday kedua Liga Champions di Stadion Olimpico. Los Blancos sempat tertinggal 1-3 setelah Donyell Malen mencetak dua gol pada awal babak kedua.
Namun, Madrid membalikkan keadaan melalui tiga gol pada enam menit terakhir. Carlos Espi memperkecil ketertinggalan, Endrick menyamakan kedudukan, sebelum Antonio Rudiger memastikan kemenangan pada menit ke-90.
Pergantian pemain menjadi salah satu aspek krusial kebangkitan Madrid. Endrick dan Espi, nan masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol, sedangkan Arda Guler menyumbangkan dua assist.
Meski demikian, Mourinho tidak menyatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari rencana nan telah disusun secara unik untuk membalikkan keadaan.
"Saya tidak bakal berpura-pura menjadi seorang jenius dengan mengatakan bahwa saya sudah menyiapkan semuanya untuk mengubah kekalahan 1-3 menjadi kemenangan 4-3. Itu tidak benar," kata Mourinho.
"Namun, saya memang merasa mempunyai sejumlah pemain pengganti nan bisa dimasukkan dalam 20 menit terakhir dan bisa mengubah jalannya pertandingan," pungkasnya. (AFP/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·