Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi datang melayat ke rumah family korban pembunuhan Mozza Axilla Gunarsa Minggu (6/9).(MI/Akhmad Safuan)
DUGAAN motif di kembali pembunuhan tragis Mozza Axilla Gunarsa, 17, penduduk Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai berkembang. Tersangka Mahendra Very Dwi Anggara, 22, penduduk Banjarharjo, Kabupaten Blora, diduga tidak hanya bertindak lantaran cemburu, tetapi juga mempunyai niat untuk menguasai kekayaan barang milik korban.
Berdasarkan pemantauan pada Senin (7/9/2026), suasana duka tetap menyelimuti kediaman family Mozza. Remaja tersebut sebelumnya dinyatakan lenyap selama 15 bulan sejak Juni 2025, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di area perbukitan Tembalang, Kota Semarang, pada Kamis (3/9/2026). Penemuan ini terjadi setelah polisi sukses menangkap tersangka Mahendra di desa asalnya di Blora.
Kasus ini mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, nan datang melayat ke rumah duka di Bergas pada Minggu (6/9/2026). "Saya berjanji bakal mengawal proses norma kasus pembunuhan nan menimpa korban," tegas Luthfi.
Dugaan Pembunuhan Berencana
Ayah korban, Singgih Gunarsa, mengungkapkan bahwa pihak family mencium motif ekonomi di kembali tindakan biadab tersangka. Selain argumen berprasangka lantaran korban berkomunikasi dengan laki-laki lain, family menduga tersangka mau menguasai sepeda motor nan terakhir kali digunakan Mozza.
"Melihat rangkaian peristiwa, dari awal datang ke tempat kos sampai melakukan pembunuhan, membungkus mayatnya, membuangnya, hingga kemudian menjual motor korban, sepertinya berurutan dan sudah direncanakan. Dalam waktu separuh hari, tersangka bisa melakukan semua itu," tutur Singgih pada Senin (7/9/2026).
Singgih menceritakan perjuangan berat family mencari Mozza sejak Juni 2025. Saat itu, Mozza pamit untuk menemui temannya di Pudakpayung, Kota Semarang, guna mengembalikan laptop. Identitas tersangka baru terendus oleh family pada Desember 2025 melalui penelusuran akun media sosial milik korban, nan kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Polisi Dalami Motif Tersangka
Meski family menduga ada unsur perampokan, kepolisian tetap melakukan pendalaman lebih lanjut. Kepala Satuan Reskrim Polres Semarang, Ajun Komisaris Bodia Teja Lelana, menyatakan bahwa hingga saat ini motif utama nan diakui tersangka adalah cemburu.
"Kami tetap terus melakukan pendalaman dalam kasus ini. Kami harapkan motif sebenarnya segera terkuak secara terang benderang hingga sampai ke pengadilan nanti," ungkap Bodia Teja Lelana.
Tersangka Mahendra Very Dwi Anggara saat ini ditahan dan terancam jeratan norma berat atas perbuatannya nan menghilangkan nyawa remaja berumur 17 tahun tersebut serta menyembunyikan jasadnya selama lebih dari satu tahun. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·