Ilustrasi(Dok Istimewa)
PENGAMAT politik Hendri Satrio (Hensa), menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol (Inf) Teddy Indra Wijaya mempunyai strategi nan tajam dalam merawat jaringan dan memperkuat solidaritas di internal angkatannya.
Pernyataan tersebut merespons pesan Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun lulusan Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 (Rilastaka) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Teddy meminta perwira lulusan 2011 lintas matra (TNI AD, AL, AU, dan Polri) untuk saling mendukung dan solid hingga ada perwakilan angkatan nan memimpin di masa depan.
"Seskab Teddy memberi contoh gimana langkah membangun loyalitas nan sesungguhnya, ialah berasal dari jaringan nan dia kenal sendiri alias kawan seangkatan. Ini orkestrasi persahabatan nan elok sekaligus mengamankan kekuatan tanpa terlihat bermanuver," ujar Hensa di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Hensa menyoroti pendekatan komunikasi kultural nan digunakan Teddy di hadapan para kawan seangkatannya. Menurutnya, pesan nan di atas bantu nan di bawah sukses mengunci soliditas angkatan 2011 tanpa kesan transaksional.
Ia menilai ikatan emosional seangkatan jauh lebih riil dan efektif dibandingkan pendekatan kekuasaan umum maupun manuver politik berbiaya mahal.
"Dia tidak memaksa orang tunduk memakai instrumen kekuasaan, melainkan memakai pendekatan dari hati ke hati ala kawan seangkatan nan dampaknya justru lebih riil," tambahnya.
Lebih lanjut, Hensa memproyeksikan bahwa lulusan Akmil dan Akpol 2011 bakal memegang posisi strategis di jejeran ketua TNI-Polri maupun birokrasi dalam 15 hingga 20 tahun mendatang.
Oleh lantaran itu, imbauan Teddy agar perwira muda konsentrasi membekali diri daripada terjebak ambisi perseorangan dinilai sebagai langkah investasi politik berbasis solidaritas nan matang.
"Teddy membuktikan bahwa investasi terbaik itu bukan lewat uang, melainkan lewat solidaritas dan ikatan jiwa sejak dini," pungkas Hensa.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·