Misteri Api di Seyegan Sleman, Ahli Temukan Gas Metana Rawa Purba

Sedang Trending 8 jam yang lalu
Misteri Api di Seyegan Sleman, Ahli Temukan Gas Metana Rawa Purba TIM mahir dari UPN (Universitas Pembangunan Nasional) "Veteran" Yogyakarta dan tim dari UGM, melakukan penelitian berbareng di letak munculnya api secara misterius di sebuah rumah di Mriyan, Margoagung, Seyegan, Sleman.(Dok. Istimewa)

Fenomena munculnya titik api secara misterius di sebuah rumah di Mriyan, Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, mulai menemui titik terang. Tim mahir campuran dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab ilmiah di kembali kejadian nan meresahkan penduduk tersebut.

Indikasi Gas Metana di Bawah Permukiman

Berdasarkan hasil penelitian sementara, kemunculan api dipicu oleh adanya gas metana (CH4) nan keluar melalui pori-pori bangunan. Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad, pada Sabtu (30/5/2026), menjelaskan gas tersebut diduga kuat berasal dari endapan rawa purba nan terkubur di bawah area permukiman.

“Kami melakukan investigasi untuk mencari pemicu api. Indikasinya adalah gas nan berada di bawah permukaan. Kawasan ini dahulunya merupakan rawa sebelum beranjak kegunaan menjadi permukiman penduduk,” ujar Prof. Basuki dalam keterangan nan diterima, Senin (1/6/2026).

Dugaan ini diperkuat dengan temuan singkapan batuan lanau di lokasi, nan merupakan karakter unik susunan batuan di area rawa. Tim peneliti juga menemukan gelembung udara saat melakukan pengetesan di dasar Sungai Nepen, nan berjarak sekitar 300 meter dari letak rumah terdampak.

Migrasi Gas Melalui Jalur Patahan

Analisis tim FTME UPN menunjukkan bahwa gas nan terakumulasi dalam lapisan batuan di bawah tanah mengalami kejenuhan. Gas tersebut kemudian bergerak mencari jalur pelepasan (rilis) menuju permukaan.

“Kami menemukan indikasi jalur semacam patahan alias retakan nan mengarah ke utara, tepat ke arah rumah tersebut. Jalur inilah nan diperkirakan menjadi celah bagi gas metana untuk beranjak dan keluar ke permukaan,” tambah Prof. Basuki. Meski demikian, dia mencatat bahwa tekanan gas tersebut saat ini tergolong relatif lemah.

Kronologi Kejadian:

  • Jumat (22/5/2026): Api pertama kali dilaporkan membakar pintu bilik mandi dan handuk.
  • Sabtu (23/5/2026): Kebakaran menghanguskan bangku ruang tamu, kasur, dan kain.
  • Minggu (24/5/2026): Laporan kebakaran di rumah pemotongan ayam wilayah Kasuran, Mriyan.
  • Total Insiden: Pemilik rumah melaporkan sedikitnya telah terjadi 57 kemunculan titik api spontan dalam beberapa hari terakhir.

Rekomendasi Keamanan bagi Warga

Dr. Sarju Winardi dari Fakultas Teknik UGM menyatakan bahwa timnya tengah melakukan pemetaan kondisi lapangan dan pengumpulan info jaringan perpipaan serta saluran pembuangan limbah. Langkah lanjutan berupa pengambilan sampel laboratorium bakal dilakukan untuk memastikan penyebab secara absolut.

Sebagai langkah preventif guna menghindari akumulasi gas nan membahayakan, tim mahir memberikan dua rekomendasi utama bagi penunggu rumah dan penduduk sekitar:

  1. Optimalisasi Sirkulasi Udara: Membuka seluruh ventilasi dan akses udara selebar mungkin agar gas tidak terjebak di dalam ruangan.
  2. Evakuasi Material Mudah Terbakar: Memindahkan barang-barang berpori dan mudah terbakar seperti sofa, kain, tikar, dan kasur dari area terdampak untuk sementara waktu.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi langkah sigap para akademisi dalam membantu investigasi ini. Ia berambisi kerjasama antara pemerintah, kepolisian, tim Gegana, dan akademisi dapat memberikan kepastian ilmiah sehingga masyarakat kembali tenang. (AU/I-1)

Unsur Investigasi Temuan Lapangan
Jenis Gas Metana (CH4)
Sumber Geologis Endapan Rawa Purba / Batuan Lanau
Pemicu Migrasi Retakan/Patahan di bawah permukaan
Lokasi Terdampak Mriyan, Margoagung, Seyegan, Sleman
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia