Misbakhun: Ekonomi Tumbuh 5,61%, Bukti Konkret Ketangguhan RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar 4,87 persen.

Merespons capaian tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan dunia akibat ketidakpastian geopolitik dan gejolak nilai energi.

Misbakhun menyebut nomor tersebut sebagai salah satu pertumbuhan kuartalan tertinggi pascapandemi, sekaligus menunjukkan bauran kebijakan pemerintah cukup efektif meredam akibat eksternal. Capaian ini juga lebih tinggi dibanding periode nan sama tahun lampau dan berada di atas kisaran dugaan pertumbuhan dalam APBN.

"Di tengah tekanan dunia seperti sekarang, nomor 5,61 persen ini menunjukkan ekonomi kita cukup tangguh. Artinya, kebijakan pemerintah melangkah di jalur nan tepat," ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Misbakhun menilai konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan, terutama didorong momentum Ramadan dan Idulfitri, diikuti pemulihan sektor perdagangan, industri pengolahan, pertambangan dan transportasi. Kontribusi sektor daya juga tetap terasa, meski tekanan nilai dunia perlu dikelola hati-hati.

"Momentum nilai daya memberi dorongan, tapi juga membawa akibat ke inflasi dan fiskal. Di sini peran kebijakan kudu presisi," katanya.

Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil konsistensi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor finansial dalam meredam akibat bentrok global, termasuk krisis daya akibat situasi di Timur Tengah.

Namun demikian, dia mengingatkan akibat eksternal tetap tinggi. Tekanan terhadap rupiah nan melemah sekitar 3,88 persen dan penurunan persediaan devisa hingga USD8,4 miliar menunjukkan kuatnya akibat dunia terhadap ekonomi domestik.

"Ini nan kudu diantisipasi. Tekanan ke rupiah dan persediaan devisa menunjukkan kita tetap sangat dipengaruhi kondisi global," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi daya dan pangan, sekaligus memastikan pertumbuhan tetap inklusif. Karena itu, pemerintah perlu mendorong investasi dan ekspor agar struktur pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada konsumsi domestik.

Di sisi fiskal, Misbakhun pun menegaskan APBN kudu tetap menjadi shock absorber nan andal dan tepat sasaran di tengah dinamika global.

"APBN kudu kuat dan fleksibel, tapi penggunaannya kudu disiplin agar kredibilitas fiskal tetap terjaga," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Misbakhun menyebut Komisi XI DPR RI bakal terus mengawal kebijakan ekonomi pemerintah agar tetap responsif dan bisa menjaga stabilitas serta momentum pertumbuhan.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News