Miris! Pelajar Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Mensos Buka Suara

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Miris! Pelajar Samarinda Meninggal lantaran Sepatu Kekecilan, Mensos Buka Suara

Pelajar meninggal lantaran sepatu kekecilan (Foto: Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengatakan, perlu pembenahan penyaluran support sosial (bansos) agar tepat sasaran. Hal itu dia tegaskan menyusul kasus meninggalnya siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemerintah menyadari tetap adanya persoalan dalam pengedaran bansos di lapangan.

“Jadi memang kita selama ini menyadari ada bansos nan tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (5/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan pemerintah telah mempunyai instrumen untuk memperbaiki persoalan tersebut melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional nan diterbitkan melalui Instruksi Presiden. Data tersebut menjadi referensi untuk menentukan kepantasan penerima bantuan.

“Maka itulah kemudian Presiden menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025, ialah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sebagai perangkat ukur kita untuk memandang apakah family tersebut layak alias tidak layak menerima bansos,” ujarnya.

Gus Ipul mengakui, dari hasil pengukuran nan dilakukan tetap ditemukan kesalahan dalam penyaluran bansos, baik berupa inclusion error maupun exclusion error. Artinya, ada penduduk nan berkuasa namun tidak menerima bantuan, sementara nan tidak berkuasa justru mendapatkannya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com