Mirip Kasus Gisèle Pelicot, Polisi Belanda Bongkar Skandal Pembiusan dan Pemerkosaan Massal Berantai

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Mirip Kasus Gisèle Pelicot, Polisi Belanda Bongkar Skandal Pembiusan dan Pemerkosaan Massal Berantai Ilustrasi(Magnific)

KEPOLISIAN Belanda meluncurkan investigasi besar-besaran mengenai dugaan pembiusan dan kekerasan seksual berantai terhadap sejumlah perempuan. Penyelidikan ini berujung pada penangkapan empat orang laki-laki setelah polisi menerima info krusial dari penegak norma di Inggris dan Jerman.

Berdasarkan keterangan resmi Kepolisian Belanda, para korban diduga kuat telah dibius "oleh seseorang di lingkaran terdekat mereka" dan dilecehkan secara seksual di depan kamera. Aksi biadab tersebut kemudian disebarkan ke jaringan media sosial tertentu.

Para tersangka diketahui kerap beraktivitas di dalam grup media sosial privat. Di dalam ruang digital rahasia tersebut, mereka saling berbagi kiat dan langkah terbaik untuk membius korban, sekaligus mengedarkan foto maupun video dari kekerasan seksual nan telah mereka lakukan.

Pihak kepolisian menyatakan penangkapan dilakukan pada akhir Mei lalu, setelah mendatangi dan menggeledah rumah delapan orang tersangka laki-laki berumur antara 21 hingga 51 tahun nan sukses diidentifikasi melalui grup online tersebut.

Hingga saat ini, tim detektif tetap terus memeriksa peralatan bukti berupa komputer, diska lepas (USB), kartu memori (SD card), serta ponsel nan disita dalam penggeledahan. Selain perangkat elektronik, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan dan senjata di beberapa letak penggerebekan.

Media di Belanda menyamakan peristiwa mengerikan ini dengan kasus Gisèle Pelicot di Prancis, di mana sang suami secara tega berulang kali membius istrinya sendiri dan mengundang puluhan laki-laki asing untuk memerkosanya.

Dakwaan nan dijatuhkan kepada para tersangka bervariasi, mulai dari kepemilikan dan partisipasi dalam grup online terlarang, pembuatan alias penyebaran konten seksual, hingga tindakan membahayakan nyawa korban melalui pembiusan, serta percobaan maupun tindakan pemerkosaan.

Milou van der Kolk dari tim kejahatan seksual Rotterdam menyatakan jumlah pasti korban dalam kasus ini tetap belum diketahui secara jelas dan proses penyelidikan tetap terus berjalan.

"Ini adalah kasus dengan akibat nan sangat besar," ujar Milou van der Kolk.

"Sebagai korban, Anda mungkin tidak tahu apa nan telah terjadi pada diri Anda, lantaran Anda mungkin telah dibius dan berada dalam kondisi tidak sadar."

"Kabar bahwa pasangan alias kenalan Anda mungkin telah membius Anda dan apalagi mungkin memerkosa Anda alias mencoba melakukannya, dapat membalikkan kehidupan Anda sepenuhnya," tambah Van der Kolk.

Pihak kepolisian menegaskan jumlah korban tetap bisa bertambah seiring pemeriksaan info digital. Kepolisian tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru nan ditangkap dalam waktu dekat. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑