Militer Iran Tuding AS Perkeruh Ketegangan di Timur Tengah

Sedang Trending 13 jam yang lalu
Militer Iran Tuding AS Perkeruh Ketegangan di Timur Tengah Asap sisa ledakan rudal kiriman Israel di Teheran, Iran.(Dok. AFP/Sepah News)

MILITER Iran menuduh Amerika Serikat (AS) memperburuk ketegangan di Timur Tengah dan memperingatkan negara-negara di area agar tidak bekerja sama dengan Washington.

Militer Iran menuding Amerika Serikat (AS) terus meningkatkan ketegangan di Timur Tengah di tengah bentrok nan tetap berlangsung. Pernyataan itu disampaikan Kepala Komando Pusat Militer Iran Ali Abdollahi pada Sabtu (1/8).

"Amerika Serikat dengan sigap bergerak menuju eskalasi ketegangan di kawasan," kata Abdollahi dikutip dari AFP.

Ia juga memperingatkan negara-negara di area agar tidak memberikan support kepada Washington.

"Negara mana pun nan menjadi tameng pertahanan bagi Amerika nan pidana dan garang bakal dilalap kobaran perang," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman bakal menyerang Iran dengan "sangat keras".

Media di AS melaporkan Trump tengah mempertimbangkan serangan besar baru paling sigap pada akhir pekan ini, termasuk menyasar prasarana daya Iran.

Pekan ini, Iran dan AS kembali terlibat saling serang pada malam hari setelah jarak pertempuran selama beberapa hari. Namun, tidak ada laporan serangan semalam dari Jumat (31/7) hingga Sabtu (1/8).

Konflik di Timur Tengah pecah pada 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke beragam wilayah di kawasan. (AFP/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia