Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |08:44 WIB

Houthi bombardir Istana Presiden Yaman (Foto: BBC)
YAMAN — Milisi Houthi meluncurkan sejumlah rudal ke istana presiden Yaman di kota pelabuhan Aden, wilayah selatan negara tersebut. Serangan itu menewaskan dua pengawal perdana menteri (PM).
Asap terlihat mengepul di dekat Istana al-Maashiq, nan berfaedah sebagai markas pemerintah Yaman nan diakui secara internasional.
Melansir Aljazeera, Jumat (16/10/2026), PM dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya selamat dari serangan tersebut. Serangan ini digambarkan para pejabat sebagai upaya pembunuhan.
Kelompok Houthi, nan secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, sebelumnya mengeluarkan pernyataan nan menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap markas pemerintah di Aden.
Yahya Saree, ahli bicara militer Houthi, mengatakan gedung tersebut sebagai "ruang operasi perang Saudi". Ia juga menyatakan kehadiran militer alias ekonomi Arab Saudi di wilayah Yaman bakal menjadi sasaran sah angkatan bersenjata golongan tersebut.
PM dilaporkan tidak terluka dalam serangan itu. Melalui media sosial, dia mengecam golongan Ansar Allah dan menyebut serangan tersebut sebagai "serangan teroris" nan bermaksud mengganggu lembaga negara serta mencegah alias menghalang proses pembalikan apa nan disebutnya sebagai "kudeta teroris" terhadap pemerintah Yaman nan diakui secara internasional.
Ia menegaskan operasi militer Yaman bakal terus bersambung meskipun terjadi serangan tersebut hingga "setiap inci persegi Yaman" dibebaskan dari kendali golongan itu. Pernyataan tersebut merujuk pada operasi militer nan terus berjalan untuk merebut kembali ibu kota Yaman, nan jatuh ke tangan Houthi pada 2014.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·