Microsoft Makin Banyak AI di Windows 11, Tapi Tidak Semuanya Bisa Dimatikan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Seperti nan sudah kita tahu, Microsoft terus menambahkan beragam fitur AI ke Windows 11, terutama untuk perangkat Copilot+ PC. Mulai dari Recall, Click to Do, hingga AI Agent di Settings.

Namun ada satu perihal nan cukup menarik lantaran meskipun Microsoft memberikan banyak fitur AI baru, tidak semua fitur tersebut bisa betul-betul dimatikan oleh pengguna.

Nah sebenarnya beberapa fitur AI tetap memberikan opsi untuk dinonaktifkan, sebut saja seperti Recall dan Click to Do mempunyai pengaturan untuk mematikannya, dan apalagi unik pengguna Windows 11 Pro, mereka juga bisa menggunakan beberapa Group Policy untuk mengontrol fitur AI tertentu.

Namun masalahnya, perihal tersebut tidak bertindak untuk semua fitur, misalkan saja seperti Settings AI Agent nan menjadi salah satu fitur baru di Windows 11 26H2.

Baca Juga : Windows 11 26H2 Resmi Dirilis, Kini Bisa Didownload Semua Pengguna

Secara umum, Settings AI Agent ini bakal menggantikan pengalaman pencarian Settings klasik dengan AI nan memungkinkan pengguna mencari pengaturan menggunakan bahasa natural dan apalagi meminta Windows melakukan perubahan tertentu. Meskipun berita baiknya Microsoft sebenarnya menyediakan policy berjulukan DisableSettingsAgent untuk menonaktifkan fitur tersebut.

Namun ada batasannya, lantaran policy tersebut hanya didukung pada Windows 11 Enterprise, Education, dan IoT Enterprise, sementara Windows 11 Pro secara resmi tidak didukung.

Jadi meskipun Windows 11 Pro mempunyai gpedit.msc, bukan berfaedah semua policy AI nan tersedia untuk Enterprise bisa digunakan di jenis Pro.

Bagaimana dengan Fitur AI Lainnya?

Nah selain fitur tersebut, Microsoft sebenarnya memberikan kontrol nan berbeda-beda untuk setiap fitur AI.

Misalnya Click to Do dapat dinonaktifkan melalui policy DisableClickToDo, sedangkan Recall bisa dikontrol melalui DisableAIDataAnalysis alias AllowRecallEnablement.

Paint juga memberikan policy untuk mematikan fitur seperti Cocreator, Generative Fill, dan Image Creator. Namun ketika masuk ke Agent Connectors, kontrolnya kembali terbatas.

Nah Windows 11 Pro tidak mendapatkan policy resmi untuk mematikan Agent Connectors secara keseluruhan maupun membatasi hubungan MCP Server dan Host nan dapat digunakan oleh agent.

Home Lebih Terbatas Lagi

Jika pengguna Pro sudah mendapatkan nan sejelas itu, maka berita jelek datang untuk pengguna Home, lantaran pengguna Windows 11 Home mempunyai pilihan nan lebih sedikit lagi lantaran jenis ini tidak menyediakan Local Group Policy Editor.

Akibatnya, pengguna Home pada dasarnya berjuntai pada toggle nan disediakan Microsoft secara langsung di Settings alias aplikasi terkait.

Memang ada kemungkinan pengguna mencoba membikin Registry value secara manual, tetapi tentu itu memerlukan lebih banyak langkah dan tidak ramah untuk pengguna umum kebanyakan.

Microsoft Memang Mendorong AI Lebih Dalam

Secara umum sih jika kita lihat, memang Microsoft tampaknya mau AI menjadi bagian nan semakin terintegrasi dengan Windows 11.

Dan sebenarnya sih persoalan ini bukan apakah fitur AI tersebut berfaedah alias tidak, lantaran memang ada pengguna nan mungkin merasa terbantu, sementara pengguna lain mungkin justru tidak membutuhkannya.

Hanya saja, nan jadi perhatian pengguna kebanyakan tentu adalah seberapa besar kontrol nan diberikan kepada pengguna untuk menentukan sendiri fitur mana nan mau mereka gunakan. Apalagi semakin dalam AI terintegrasi dengan Windows, semakin banyak pula fitur nan berasosiasi dengan Settings, file, dan aktivitas pengguna.

Dan menurut saya, memberikan pilihan untuk menonaktifkan fitur AI tertentu semestinya tetap menjadi bagian krusial dari pengalaman Windows 11, terutama bagi pengguna nan memang mau menggunakan Windows dengan konfigurasi nan lebih sederhana.

Nah gimana menurutmu?. Kabar baiknya sih jika Anda bukan pengguna Copilot+, Anda tidak perlu pusing menghadapi perubahan ini lantaran kebanyakan fitur AI tidak tersedia di perangkat tanpa NPU, tapi bagaimanapun ya jelas, bakal lebih baik jika ada kontrol maksimal untuk pengguna.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑