Meski Terpuruk di Aragon, Veda Ega Pratama Masih Jadi Rider Honda Terbaik di Moto3 2026

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Meski Terpuruk di Aragon, Veda Ega Pratama Masih Jadi Rider Honda Terbaik di Moto3 2026

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)

GELARAN Moto3 2026 telah melewati paruh kompetisi, di mana pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, tetap menunjukkan tajinya. Meskipun baru saja menelan hasil minor di seri terbaru, ialah di Moto3 Aragon 2026. posisi Veda di jejeran klasemen tetap mengukuhkannya sebagai penunggang motor Honda terbaik.

Akhir pekan lampau di Sirkuit Aragon, Spanyol, pembalap berumur 17 tahun ini kudu menghadapi realita pahit. Veda mencatatkan hasil finish terburuknya musim ini dengan hanya bisa mendarat di posisi ke-20 pada balapan hari Minggu 30 Agustus 2026.

1. Kesulitan di GP Aragon

Capaian di Aragon tersebut menjadi noda paling kelam dari 11 kesempatan Veda menyentuh garis finish musim ini. Sebelumnya, dia juga sempat kandas mendulang poin di Moto3 Hungaria akibat tertahan di ranking ke-16.

Kendati demikian, halangan terbesar Veda tidak hanya terletak pada masalah posisi finish, melainkan kejadian kandas finis. Remaja asal Gunungkidul itu tercatat pernah mengalami kecelakaan nan memaksanya nirpoin di seri Amerika dan Belanda.

Meski sudah melewati empat seri tanpa tambahan angka, performa keseluruhan Veda tetap berada di atas para penunggang Honda lainnya. Bahkan, tidak ada satu pun pembalap pengguna motor Honda selain Veda nan sukses menembus jejeran 10 besar klasemen sementara.

 Instagram/veda_54) Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)

2. Pembelaan dari Manajer Tim

Ancaman terdekat bagi posisi Veda di kubu Honda datang dari pembalap asal Italia, Guido Pini, nan saat ini tertahan di ranking ke-11. Pini mengumpulkan 59 poin setelah sempat merasakan manisnya naik podium di Moto3 Amerika 2026.

Di bawah Pini sebenarnya ada Adrian Fernandez nan tampil sangat kompetitif, namun dia kudu menerima balasan berat berupa diskualifikasi akibat pelanggaran izin bongkar mesin. Akibat hukuman itu, Fernandez kehilangan poin krusial dari enam seri awal, termasuk dua podium nan direbutnya di Spanyol dan Prancis.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com