Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah, Warga Pangkalpinang Justru Ramai Borong Emas

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah, Warga Pangkalpinang Justru Ramai Borong Emas Harga turun, penduduk Pangkalpinang serbu gerai emas.(MI/Rendy Ferdiansyah)

MESKI nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami pelemahan, penduduk di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, justru semakin ramai membeli emas. 

Minat beli nan meningkat ini dipicu oleh turunnya harga emas di wilayah tersebut.
 
Penurunan nilai emas rupanya membawa akibat positif bagi masyarakat. Terlihat jelas sejumlah penduduk beramai-ramai mendatangi beragam gerai dan tempat penjualan emas, baik untuk keperluan investasi jangka panjang maupun pembelian perhiasan.
 
Saat ini, nilai emas batangan maupun emas bersertifikat Antam di Pangkalpinang berada di nomor Rp2.734.000 per gram. Angka tersebut turun sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan nilai pada periode sebelumnya.
 
Penurunan nilai ini dipengaruhi pergerakan pasar dunia. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah rupanya turut menekan nilai logam mulia di pasar dalam negeri. 

Kondisi ini pun langsung dimanfaatkan penduduk nan menilai nilai emas saat ini cukup menarik dan layak dibeli. Selain dianggap kondusif sebagai sarana menyimpan nilai aset, emas juga tetap menjadi pilihan utama untuk kebutuhan perhiasan.
 
“Saya memanfaatkan kesempatan ini lantaran harganya memang jauh lebih murah dibanding bulan lalu. Bagi saya, ini saat nan tepat untuk menambah simpanan emas lantaran nilainya pasti bakal kembali naik nanti,” kata Sri, salah seorang pembeli nan ditemui di lokasi.
 
Penurunan nilai rupanya berakibat langsung pada kenaikan nomor penjualan. Menurut Gusti Randa, Manajer Distro Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, lonjakan pembelian paling terasa pada jenis emas batangan maupun perhiasan nan diminati beragam kalangan, terutama nan bermaksud berinvestasi.
 
“Penjualan kami meningkat cukup tajam dalam sepekan terakhir. Sebagian besar pembeli memilih emas batangan lantaran dianggap lebih cocok untuk investasi, meski permintaan perhiasan juga ikut bertambah,” kata Gusti Randa.
 
Meningkatnya minat masyarakat membeli emas membuktikan bahwa logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen investasi paling diminati dan dipercaya masyarakat.

"Diperkirakan tren pembelian ini bakal terus bersambung dan makin meningkat sepanjang nilai emas tetap memperkuat di tingkat nan dianggap terjangkau oleh daya beli masyarakat setempat." (RF/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia