Merajut Kolaborasi, Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Merajut Kolaborasi, Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Ahmad Fikri (kiri).(dok.istimewa)

KETUA Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Ahmad Fikri membujuk seluruh family besar JSIT untuk kembali menengok sejarah panjang organisasi. Ia mengenang perjalanan awal dirinya berasosiasi berbareng para Dewan Pendiri JSIT Indonesia, di antaranya Dedi Martoni, Fahmi Alaydroes, dan Sukro Muhab.

"Perjalanan 23 tahun ini bukan perjalanan nan mudah. Para pendiri telah menunjukkannya dengan kerja nyata. Salah satunya adalah awal mula terbentuknya Sako JSIT Indonesia dan penyelenggaraan Kemnas Sako SIT pertama. Itu semua adalah jejak perjuangan nan tidak boleh kita lupakan," kata Ahmad Fikri, dalam keterangan resmi, Minggu (2/8).

Lebih lanjut, Ahmad Fikri menegaskan bahwa kunci keberlanjutan dakwah pendidikan JSIT terletak pada kesungguhan seluruh elemen. "Jika kita maksimalkan dalam jalan dakwah pendidikan, maka insyaAllah, Allah SWT bakal memberikan pertolongan kepada kita semua. Kolaborasi dan penemuan hari ini adalah bekal kita untuk berkontribusi nyata menyongsong Indonesia Emas 2045," tegasnya.

JSIT Indonesia menggelar puncak peringatan milad ke-23 dengan mengusung tema Bersama Berkolaborasi dan Berinovasi Menuju Indonesia Emas 2045. Acara puncak ini dihadiri jejeran ketua tertinggi JSIT Indonesia dan berjalan khidmat di Hotel Savero, Depok, Sabtu (01/8). Hadir dalam aktivitas tersebut Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia Sukro Muhab beserta jejeran Dewan Pendiri JSIT Indonesia, serta Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri berbareng jejeran Pengurus JSIT Indonesia Pusat dan Wilayah Jadebotabek.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Milad ke-23 JSIT Indonesia Heni Lestari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak nan telah mendukung terselenggaranya rangkaian aktivitas milad tahun ini.

"Kami mengucapkan terima kasih nan sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pengurus wilayah, sekolah, dan mitra nan telah bekerja keras menyukseskan rangkaian Milad ke-23 ini. Sekaligus kami juga memohon maaf andaikan dalam penyelenggaraan tetap terdapat kekurangan," ujar Heni Lestari.

Tema Milad ke-23 dipilih sebagai pengingat bahwa tantangan pendidikan ke depan memerlukan sinergi antar sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah, serta keberanian untuk berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.

Acara puncak milad diisi dengan Webinar Pendidikan Nasional, Webinar Praktik Baik, Khataman Qur'an dan Tasyakuran nan merupakan puncak dari rangkaian aktivitas Milad ke-23 JSIT Indonesia. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia